Status Siaga, 5 Gunung Api di Indonesia Masih Picu Berbagai Gempa

Sabtu, 12 September 2026 | 18:17:31 WIB
Sebanyak lima gunung api yang berada dalam status siaga di tanah air terpantau masih memicu aktivitas kegempaan di sekitarnya. (Foto: NET)

JAKARTA — Sebanyak lima gunung api yang berada dalam status siaga di tanah air terpantau masih memicu aktivitas kegempaan di sekitarnya. Gunung Anak Krakatau sendiri tercatat masih memicu sepuluh kali gempa pada hari ini, yang mana salah satu di antaranya merupakan jenis gempa tremor secara terus-menerus.

Lebih lanjut, berikut merupakan rincian mengenai kondisi terkini dari kelima gunung api yang berstatus siaga di wilayah Indonesia pada hari Sabtu, 12 September 2026.

LEVEL III (SIAGA)

Anak Krakatau Kondisi visual gunung api terpantau tertutup oleh kabut dengan asap kawah yang tidak teramati. Cuaca di sekitar lokasi dilaporkan berawan hingga mendung, disertai embusan angin dari arah lemah hingga sedang menuju ke barat laut. 

Suhu udara berkisar antara 26,5 hingga 27,1 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 84 sampai 86 persen. Dari sisi kegempaan, tercatat terjadi 3 kali gempa Low Frequency, 7 kali gempa Hybrid atau Fase Banyak, 1 kali gempa Tektonik Jauh, serta 1 kali gempa Tremor Menerus.

Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif.

Lewotobi Laki-laki Secara visual, gunung api terlihat cukup jelas hingga tertutup kabut. Teramati adanya kepulan asap dari kawah utama yang berwarna putih dengan intensitas tipis serta ketinggian berkisar antara 50 sampai 100 meter dari puncak. 

Kondisi cuaca terpantau cerah hingga berawan dengan angin lemah mengarah ke barat, serta suhu udara sekitar 23,8 hingga 25,6 derajat Celsius. Aktivitas kegempaan mencakup 2 kali gempa Tremor Non-Harmonik, 2 kali gempa Vulkanik Dalam, 1 kali gempa Tektonik Lokal, serta 11 kali gempa Tektonik Jauh.

Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 Km dari pusat erupsi G. Lewotobi Laki-laki .

Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.

Masyarakat yang terdampak hujan abu G. Lewotobi Laki-laki, memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Lewotobi Laki-laki. 

Untuk informasi lebih jelas dapat mengubungi Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki atau mengubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral pada nomor telepon 022-7272606

Merapi Gunung api tampak terlihat dengan jelas tanpa adanya kepulan asap kawah. Cuaca terpantau berawan dengan angin tenang mengarah ke barat, suhu udara berkisar 17,3 sampai 19 derajat Celsius, kelembapan 87 hingga 92 persen, serta tekanan udara 874,3 sampai 918 mmHg. 

Peristiwa guguran sempat terjadi, namun secara visual jarak serta arah luncurannya tidak teramati. Tercatat pula adanya 15 kali gempa Guguran, 29 kali gempa Hybrid atau Fase Banyak, serta 2 kali gempa Tektonik Jauh.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. 

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi. 

Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan. Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi. 

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

Semeru Gunung api terlihat cukup jelas hingga tertutup kabut dengan kondisi asap kawah nihil. Cuaca dilaporkan cerah hingga mendung, bertiup angin lemah ke arah tenggara, serta suhu udara berkisar 18 sampai 19 derajat Celsius. 

Gempa letusan sempat terekam instrumen, meskipun secara visual tinggi letusan maupun warna abu tidak tampak jelas. Luncuran guguran terpantau sejauh 500 sampai 800 meter mengarah ke tenggara. 

Kegempaan yang terekam meliputi 27 kali gempa Letusan atau Erupsi, 5 kali gempa Guguran, 2 kali gempa Hembusan, 5 kali gempa Harmonik, serta 2 kali gempa Tektonik Jauh.

Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). 

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak. 

Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). 

Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Sinabung Gunung api terpantau jelas hingga tertutup kabut. Teramati adanya asap dari kawah utama yang berwarna putih dengan intensitas tipis sampai sedang, serta ketinggian sekitar 100 hingga 400 meter dari puncak. 

Cuaca di sekitar gunung cerah hingga berawan dengan angin lemah yang mengarah ke timur laut dan timur, sementara suhu udara berada pada kisaran 14 sampai 17 derajat Celsius. Aktivitas kegempaan yang tercatat di gunung ini terdiri atas 3 kali gempa Vulkanik Dalam, 2 kali gempa Tektonik Lokal, dan 2 kali gempa Tektonik Jauh.

Terkini