Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Kerahkan Laut-Udara

Sabtu, 12 September 2026 | 15:52:32 WIB
Sejumlah personel Basarnas melakukan pencarian pada hari kelima operasi pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak [FOTO: NET].

JAKARTA - Memasuki hari kelima jalannya operasi SAR, Tim SAR Gabungan memperlebar cakupan area penyisiran lewat jalur laut dan udara guna memburu keberadaan rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.

"Memasuki hari kelima, kami kembali memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, baik melalui jalur laut maupun udara. Seluruh unsur SAR yang terlibat kami optimalkan untuk menyisir area yang telah ditentukan," ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad di Pandeglang, Sabtu (12/9/2026).

Ia menguraikan terdapat sebanyak enam sektor pencarian di perairan laut, mencakup Sektor T, U, Z, W, X, serta Y dengan akumulasi total luas wilayah pencarian berkisar 2.537 nautical mile persegi. Di sisi lain, penyisiran udara lewat Sektor H menjangkau area dengan luas sekitar 2.063 nautical mile persegi.

Ia menegaskan, faktor keselamatan para personel tetap diposisikan sebagai prioritas utama sepanjang operasi berlangsung, menimbang dinamika kondisi perairan Selat Sunda yang berubah-ubah.

"...Kami akan terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian. Setiap perkembangan di lapangan akan kami evaluasi dan setiap informasi yang berpotensi memberikan petunjuk akan segera ditindaklanjuti,” tambahnya.

Sementara itu, kondisi cuaca di lokasi diperkirakan berada dalam keadaan cerah berawan hingga berawan, diiringi tiupan angin dari arah tenggara menuju selatan berkecepatan 10–20 knot serta perkiraan tinggi gelombang laut berkisar antara 0,5 sampai 2,5 meter.

Operasi pencarian di perairan laut menerjunkan deretan kapal dan elemen SAR, seperti KRI Kerambit, KP Sanjaya, KAL Pahawang, KRI Leuser, KAL Anyer, KN SAR Antasena, KN SAR Basudewa, TB Gunung Santri, KP Hayabusa, RIB 02 Banten, KN SAR Tetuka 247, RBB Pulau Peucang, hingga RIB 02 Lampung.

Guna memperluas jarak pemantauan lewat udara, Tim SAR turut menerjunkan Helikopter HR-3604 beserta dua unit Drone Thermal milik Basarnas.

Insiden hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal ini bermula tatkala rombongan jurnalis bertolak mengendarai speedboat (kapal cepat) dari kawasan Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. 

Rombongan tersebut bergerak menuju wilayah Gunung Anak Krakatau guna melakukan tugas peliputan aktivitas vulkanik di area tersebut.

Delapan korban yang sampai saat ini masih dalam proses pencarian mencakup lima orang pewarta foto, yakni Muhammad Bagus Khoirunas (ANTARA), Arie Basuki (merdeka.com), Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira (iNews), serta Daus (Anadolu).

Di luar lima jurnalis tersebut, terdapat tiga orang lainnya yang turut berada di atas kapal, yakni nahkoda, Anak Buah Kapal (ABK), beserta seorang pemandu.

Terkini

Pemprov DIY Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan Bagi UMKM

Sabtu, 12 September 2026 | 17:34:02 WIB

BPN Pastikan Layanan Kantah Kabupaten Bogor I Tetap Normal

Sabtu, 12 September 2026 | 17:30:32 WIB

Pelantikan DPLN Malaysia, Gekrafs Perluas Ekraf ke ASEAN

Sabtu, 12 September 2026 | 17:26:01 WIB

Tiba di New Delhi, Presiden Prabowo Hadiri KTT ke-18 BRICS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:21:01 WIB