Bank Jago Proyeksi Cost of Fund Tembus 4,1% pada Akhir 2026

Kamis, 10 September 2026 | 00:24:32 WIB
PT Bank Jago Tbk. (ARTO). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Bank Jago Tbk. (ARTO) memproyeksikan biaya dana atau cost of fund akan terus mengalami kenaikan hingga penghujung tahun 2026, yang dipicu oleh peningkatan suku bunga acuan atau BI Rate.

Direktur Finance & Operations Bank Jago, Supranoto Prajogo, menjelaskan bahwa kenaikan BI Rate secara kumulatif sebesar 100 basis poin (bps) turut memberikan dampak terhadap beban biaya dana Perseroan.

“Memang Bank Indonesia telah menaikkan BI Rate tiga kali dan secara total ini meningkat sebesar 100 basis point. Tentunya ini juga berpengaruh terhadap cost of funding kami,” tuturnya dalam acara Public Expose Live 2026 pada hari Kamis, 10 September 2026.

Supranoto mengungkapkan bahwa cost of fund Perseroan telah menunjukkan tren kenaikan sejak pertengahan tahun 2026. Tercatat pada Juni 2026 biaya dana berada di level 3,5%, kemudian naik menjadi 3,8% pada Agustus 2026.

“Jadi hingga akhir tahun kami perkirakan masih akan ada peningkatan menjadi sekitar 4 atau 4,1% jika kondisi memang tetap seperti yang saat ini,” bebernya.

Menurut Supranoto, lonjakan cost of funds tersebut akan mendatangkan beban bunga tambahan bagi sektor perbankan. Ia menambahkan bahwa tantangan ini tidak hanya dialami oleh Bank Jago saja, melainkan dirasakan oleh seluruh pelaku industri perbankan secara umum.

Sebagai catatan, Bank Indonesia sempat menahan BI Rate pada level 5,75% berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 18–19 Agustus 2026. Meskipun sempat jeda, potensi kenaikan suku bunga lanjutan hingga 6,25% menjelang akhir tahun masih terbuka akibat tekanan global yang belum reda.

Kebijakan tersebut merupakan keputusan suku bunga perdana di bawah kepemimpinan Pjs. Gubernur BI Destry Damayanti, usai pengunduran diri Perry Warjiyo pada bulan Juli 2026. 

Destry menyampaikan bahwa keputusan mempertahankan BI Rate bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 18 dan 19 Agustus 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 5,75%," ujar Destry dalam pengumuman hasil RDG BI, Rabu (19/8/2026).

Terkini