KP2MI Dorong Pemkab Padang Pariaman Manfaatkan Program SMK Go Global

Kamis, 10 September 2026 | 19:10:31 WIB
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani. (Foto: NET)

JAKARTA — Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani mengimbau Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman agar mengoptimalkan program SMK Go Global demi membekali calon pekerja migran Indonesia (PMI) agar memiliki keterampilan mumpuni.

"Kami tadi petakan apa yang menjadi minat masyarakat di sana, sehingga bisa lebih mengerucut dan sesuai antara minat dan demand," ucap Christina pasca-pertemuan bersama Bupati Padang Pariaman, Sumatra Barat, John Kenedy Azis, bertempat di Kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Rabu (9/9), berdasarkan rilis yang dikonfirmasi pada hari Kamis (10/9/2026).

Agenda pertemuan tersebut berfokus pada pembahasan peluang kerja luar negeri bagi kalangan muda, bersanding dengan potensi Padang Pariaman dalam mempersiapkan kandidat pekerja migran terampil.

Christina mengutarakan bahwa Pemkab Padang Pariaman berpeluang memaksimalkan program SMK Go Global demi meningkatkan keahlian, peningkatan keterampilan, serta membuka jalur penempatan internasional secara aman, sesuai prosedur, serta terlindungi.

Lebih lanjut, keterpaduan antara kebutuhan tenaga kerja global, preferensi warga, serta eksistensi lembaga vokasi menjadi fondasi utama dalam program tersebut.

Ia menaruh harapan agar partisipasi masyarakat Padang Pariaman semakin masif dalam gelombang kedua SMK Go Global yang dijadwalkan mulai bergulir pada pekan ketiga September tahun berjalan.

Di samping itu, Christina menegaskan bahwa Kementerian P2MI menyambut baik penguatan sinergi bersama pemda guna melatih calon pekerja migran yang mengantongi kompetensi selaras dengan standar pasar kerja internasional.

"Kami bangun bukan sekadar keberangkatan ke luar negeri, tetapi bagaimana masyarakat memiliki kompetensi yang dibutuhkan, berangkat melalui prosedur yang benar, dan mendapatkan pelindungan sejak sebelum bekerja, selama bekerja, hingga kembali ke daerah asal," imbuhnya.

Di sisi lain, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengutarakan ambisi daerahnya untuk mengambil bagian aktif dalam sektor penempatan tenaga kerja migran.

Terlebih lagi, wilayah Padang Pariaman saat ini menaungi 17 kecamatan, 14 SMK, serta berbagai institusi pendidikan vokasi seperti Politeknik Pelayaran serta sekolah khusus keperawatan dan kebidanan.

"Kami ingin ikut berperan mengisi kebutuhan akan pekerja migran Indonesia. Kami tadi minta arahan dari Ibu Wamen, apa yang harus kami siapkan," tuturnya.

Melalui kemitraan strategis bersama Kementerian P2MI, ia optimistis terbuka peluang kerja yang lebih luas sekaligus menekan angka pengangguran di kawasan Padang Pariaman.

Terkini