Lewat SGS 2026, TNI dan US Army Pertajam Kemampuan Tempur

Selasa, 08 September 2026 | 17:58:31 WIB
Personel TNI bersama US Army mengikuti latihan "Menembak Lorong" dalam ajang LatihanGabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang digelar di Daerah Latihan Puslatpur Kodiklat TNI AD, Baturaja, Sumatera Selatan, Senin (7/9/2026) [FOTO: NE

JAKARTA - Prajurit TNI bersama tentara US Army mengasah keahlian bertempur di medan hutan lewat pelaksanaan latihan Menembak Lorong.

Berdasarkan keterangan tertulis resmi Puspen TNI yang diterima di Jakarta, Selasa, disampaikan bahwa latihan Menembak Lorong ini diselenggarakan sebagai bagian dari Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026 di Area Latihan Puslatpur Kodiklat TNI AD, Baturaja, Sumatera Selatan, Senin (7/9).

Metode Menembak Lorong sendiri merupakan teknik penyerangan atau pelepasan tembakan sembari bergeser secara taktis di kawasan hutan.

"Pelaksanaan latihan bertujuan menguji kemampuan prajurit dalam melaksanakan tugas secara terpadu, sekaligus memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kerja sama," tulis siaran pers tersebut.

Di samping itu, agenda latihan ini dirancang guna mempererat koordinasi serta hubungan antarpersonel TNI, US Army, dan beragam negara sahabat yang menjadi peserta Latgabma SGS.

Seluruh tahapan latihan berhasil diselesaikan dengan aman tanpa diwarnai insiden.

Lewat simulasi ini, kemahiran menembak setiap prajurit diharapkan makin teruji sekaligus memupuk keharmonisan antarangkatan dari tiap-tiap negara.

Ajang SGS 2026 sendiri mengerahkan 4.743 personel dari 21 negara. Para peserta hadir di Indonesia demi mengukur kesiapan operasional pasukan, diplomasi di bidang pertahanan, hingga kapabilitas merespons rupa-rupa tantangan keamanan.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menuturkan SGS adalah ajang latihan tahunan yang dihelat di sejumlah daerah di Indonesia sejak 31 Agustus hingga 11 September 2026.

“Super Garuda Shield ini dilaksanakan setiap tahun di Indonesia. Yang hadir ada 21 negara tahun ini. Kemudian jumlah total personel yang berlatih sebanyak 4.743 orang dengan 12 materi yang dilaksanakan,” kata Agus di Bandung, Jawa Barat, Senin (31/8).

Sebanyak 21 negara peserta tersebut meliputi Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Brasil, Brunei Darussalam, India, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kamboja, Kanada, Korea Selatan, Laos, Selandia Baru, Prancis, Singapura, Thailand, Timor Leste, serta Vietnam.

Agus menambahkan bahwa kegiatan latihan disebar di Bandung, Jakarta, Lampung, Pusat Latihan Tempur TNI AD Baturaja di Sumatera Selatan, hingga Nunukan di Kalimantan Utara. Penutupan latihan dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 11 September 2026.

Terkini