Isu Kenaikan Harga Masker, OMED Pastikan Tarif Tetap Stabil

Senin, 07 September 2026 | 03:57:02 WIB
Logo OneMed PT Jayamas Medica Industri Tbk. (OMED) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Jayamas Medica Industri Tbk. (OMED) selaku perusahaan produsen alat kesehatan terkemuka di bawah naungan merek OneMed, secara tegas menyatakan tidak melakukan penyesuaian kenaikan harga pada seluruh lini produk maskernya di tengah maraknya rumor kenaikan harga yang beredar luas di tengah masyarakat.

Langkah klarifikasi tersebut dikeluarkan guna merespons tingginya arus informasi terkait lonjakan harga masker seiring dengan lonjakan pembelian oleh warga publik menyusul peristiwa bencana erupsi Gunung Anak Krakatau yang memicu sebaran abu vulkanik di berbagai wilayah.

Sekretaris Perusahaan Jayamas Medica Industri, Daniel Kurniawan, mengungkapkan bahwa penetapan harga resmi untuk produk masker merek OneMed terpantau tetap stabil tanpa mengalami perubahan apa pun di seluruh jaringan kanal penjualan, baik melalui mekanisme daring (online) via toko resmi (official store) maupun secara luring (offline).

“Menanggapi isu yang beredar, kami menegaskan bahwa OneMed tidak menaikkan harga untuk seluruh jenis produk masker kami. Harga resmi kami tetap stabil dan tidak berubah di semua saluran penjualan, baik online (official store) maupun offline,” kata Daniel dalam keterbukaan informasi, Senin (7/9/2026).

Daniel menambahkan bahwa aktivitas operasional pabrik dan lini produksi OneMed saat ini berjalan dengan lancar tanpa hambatan, di mana pihak manajemen perusahaan mengambil kebijakan untuk menggenjot kapasitas produksi guna memastikan ketersediaan pasokan di pasar terpenuhi dengan baik. Komitmen penuh juga terus dijaga oleh perseroan demi menjamin aspek ketersediaan serta tingkat keterjangkauan produk kesehatan bagi segenap lapisan masyarakat.

Pihak OMED turut mengimbau kepada masyarakat luas agar senantiasa melakukan transaksi pembelian produk OneMed secara bijak melalui kanal toko resmi (official store) ataupun bermitra dengan jaringan distributor terverifikasi guna menjamin keaslian kualitas serta standar harga produk. 

Manajemen menegaskan bahwa temuan harga jual di atas batas kewajaran di pasaran kemungkinan besar ditetapkan secara sepihak oleh oknum penjual pihak ketiga (third-party) yang berada di luar ranah kendali kewenangan OMED.

Menilik dari aspek performa keuangan, perseroan sukses membukukan perolehan angka penjualan bersih senilai Rp1,167 triliun sepanjang paruh pertama semester I/2026, yang menunjukkan catatan pertumbuhan positif sebesar 26 persen secara tahunan apabila dikomparasikan dengan raihan periode serupa di tahun sebelumnya yang senilai Rp925,8 miliar.

 Tren lonjakan pertumbuhan yang bahkan lebih tinggi turut direkam pada pos laba bersih perseroan yang berhasil menyentuh level Rp221,5 miliar, atau meroket tajam hingga 43,2 persen jika dibandingkan capaian sebesar Rp154,7 miliar pada periode waktu yang sama tahun lalu.

Terkini

Carrick Soroti PR Besar MU Usai Imbang Lawan Everton

Senin, 07 September 2026 | 05:46:31 WIB

Samsung Galaxy S26 FE Rilis di Indonesia, Harga Rp11 Jutaan

Senin, 07 September 2026 | 05:41:32 WIB

FFI Panggil 16 Pemain Futsal Putri untuk Laga Lawan Rusia

Senin, 07 September 2026 | 05:38:31 WIB