Polri Kirim 322 Personel Lemdiklat Jadi Satgas Edukasi Karhutla

Senin, 07 September 2026 | 17:59:32 WIB
Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Pol. R. Z. Panca Putra Simanjuntak [FOTO: NET].

JAKARTA - Polri kembali menerjunkan 322 personel dari Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri yang tergabung dalam Satgas Edukasi demi memperkokoh langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Lemdiklat Polri Komisaris Jenderal Polisi R.Z. Panca Putra Simanjuntak menerangkan bahwa pada gelombang kedua ini, anggota yang ditugaskan merupakan peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri, Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri, serta Sekolah Pengembangan Profesi Kepolisian (SPPK) Polri.

"Hari ini kami kumpulkan mereka sesuai dengan arahan Bapak Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Bapak Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, menindaklanjuti arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk menurunkan Satgas Edukasi, khususnya dari peserta didik dan personel Mabes Polri," kata Panca di Gedung STIK-PTIK Polri, Jakarta, Senin (7/9/2026). 

Panca menyampaikan ratusan anggota tersebut akan disebar ke enam polda, yakni Polda Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, dan Sumatera Selatan. Mereka dijadwalkan bertugas selama 10 hari.

"Mereka melakukan kegiatan ini bagian dari tidak terpisahkan dari program pendidikan mereka melalui kurikulum pendidikan yang mereka sedang ikuti saat ini, yaitu kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) dan Praktik Kerja Lapangan (PKL)," jelasnya.

Sebab para personel sudah menempati posisi eselon manajer tingkat atas, mereka tak sekadar memberikan sosialisasi kepada publik, namun turut menelaah dan mengkaji berbagai persoalan yang ada di tiap wilayah guna mengantisipasi karhutla pada masa mendatang.

Setelah merampungkan tugas, jajaran personel bakal menyusun masukan secara komprehensif memakai pendekatan akademis dan konsep operasional.

Saran tersebut ditargetkan menjadi bahan perbaikan bagi internal Polri maupun pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

"Mereka akan melakukan evaluasi bagaimana upaya dalam strategi manajemen operasi terkait dengan upaya pencegahan kebakaran hutan ini melalui pendekatan operasi," katanya.

Terkait waktu pelepasan, Panca menyebut pihak internalnya masih menunggu kepastian agenda lantaran rute penerbangan sedang terganggu erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Yang jelas, seharusnya hari ini kami berangkatkan, tapi kami kembali kepada komunikasi dengan bandara dan melihat penerbangan yang sana. Tapi, secepat mungkin perintah Kapolri, mereka harus kami berangkatkan untuk bisa membantu," katanya.

Pada tahap awal, Polri telah menerjunkan 403 personel Lemdiklat Polri guna mensosialisasikan pencegahan karhutla kepada warga.

Jajaran personel tersebut mencakup delapan anggota pendamping atau pimpinan dan 395 peserta didik dari S2-STIK, Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa), serta Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Sespimma).

Para anggota yang diterjunkan tidak sekadar melayangkan imbauan, melainkan ikut memaparkan pemahaman soal pemicu, dampak, hingga pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengantisipasi karhutla.

Terkini