JAKARTA — Pengguna yang hendak membeli perangkat iPhone baru kiranya penting untuk mengetahui cara memilih kepala pengisi daya yang tepat.
Sebagai informasi, sejak seri iPhone 12 hingga iPhone 15, pihak Apple tidak lagi menyertakan aksesori tersebut di dalam kotak penjualan. Adaptor daya kini dijual secara terpisah, di mana dalam kotak pembelian hanya disertakan kabel USB saja.
Di pasaran, terdapat berbagai macam pilihan adaptor yang dapat ditemui, baik buatan Apple sendiri maupun dari pabrikan pihak ketiga. Kendati demikian, tidak seluruh perangkat pengisi daya tersebut memiliki kualitas yang baik untuk perangkat ponsel pintar ini.
Penggunaan pengisi daya yang tidak sesuai spesifikasi resmi dan standar pabrikan berpotensi memicu sejumlah kendala performa, termasuk mempercepat penurunan kesehatan baterai (battery health).
Berdasarkan penjelasan dari laman resmi Apple, kepala pengisi daya yang tidak kompatibel dapat menghasilkan panas serta tegangan berlebih.
"Jika dibiarkan terus menerus dipakai mengisi daya di iPhone, battery health bakal bisa mengalami penurunan dengan cepat," tulis penjelasan tersebut.
Berdasarkan catatan riwayat, terdapat pula berbagai dinamika perkembangan teknologi pengisian daya seperti awal mula port USB-A dan mengapa pengguna sering terbalik saat memasangnya. Guna mencegah berbagai risiko kerusakan tersebut, masyarakat perlu memahami tips memilih perangkat pengisi daya yang sesuai.
Terdapat dua tips utama yang dapat diperhatikan oleh pengguna ketika ingin membeli pengisi daya yang tepat. Pertama, pengguna sangat direkomendasikan untuk memilih perangkat pengisi daya orisinal buatan Apple karena telah dipastikan sepenuhnya sesuai dengan spesifikasi teknis bawaan perangkat.
Kedua, pengguna juga dapat memilih produk dari pihak ketiga dengan syarat harus memenuhi spesifikasi daya serta mengantongi sertifikasi resmi MFI (Made For iPhone). Sertifikasi tersebut merupakan tanda bahwa produsen pihak ketiga telah merancang produk sesuai standar kinerja optimal dari Apple.
Dengan mengikuti panduan tersebut, pengguna dapat meminimalkan potensi gangguan kinerja ponsel akibat kesalahan pemilihan perangkat pengisi daya.