Belanja Pemerintah & Investasi Dorong Ekonomi RI Tumbuh 5,34%

Minggu, 06 September 2026 | 19:11:32 WIB
Bank Mandiri [FOTO: NET].

JAKARTA - Kalangan analis ekonom dari institusi Bank Mandiri memproyeksikan bahwa tingkat laju pertumbuhan perekonomian nasional di Indonesia sepanjang tahun 2026 berpotensi mampu menembus angka di atas 5,34%. 

Angka proyeksi terbaru ini tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan estimasi besaran perkiraan sebelumnya yang berada di level 5,2%, seiring dengan masih kokohnya sokongan daya dorong yang berasal dari sektor belanja anggaran pemerintah serta realisasi penanaman investasi.

Kepala Riset Makroekonomi & Pasar Keuangan Departemen Bank Mandiri Dian Ayu Yustina mengutarakan pandangannya bahwa struktur perekonomian domestik Indonesia masih memperlihatkan tingkat ketahanan yang solid di tengah berlangsungnya berbagai gelombang dinamika ketidakpastian ekonomi global.

Dian mengamati bahwa sejumlah indikator perekonomian domestik mulai menunjukkan sinyal-sinyal pemulihan yang positif, utamanya ketika memasuki fase kuartal III 2026.

Sektor kinerja penjualan ritel serta pergerakan indikator belanja konsumen Mandiri Spending Index (MSI), sebagai contoh konkret, mulai menampakkan fase pemulihan yang menggembirakan pada periode Juli 2026.

“Kami melihat sebenarnya perekonomian Indonesia overall tahun 2026 ini masih sangat resilient. Di tengah berbagai gejolak global yang terjadi, ini kemungkinan overall year bisa tumbuh di atas 5,3%,” ujar Dian dalam agenda bertajuk Indonesia Economic Outlook: Building Domestic Resilience in the Midst of Global Vulnerability, bertempat pada hari Kamis (3/9/2026).

Lebih lanjut, Dian memaparkan bahwa laju pertumbuhan ekonomi domestik sepanjang paruh pertama tahun 2026 utamanya ditopang secara masif oleh dua komponen utama, yakni alokasi belanja pemerintah serta realisasi investasi.

Sepanjang kuartal II 2026, pos pengeluaran belanja pemerintah tercatat mampu tumbuh pada kisaran angka 16% secara tahunan (year on year / yoy), kendati besaran laju tersebut mengalami sedikit perlambatan jika dikomparasikan dengan pencapaian pertumbuhan pada kuartal I yang berhasil menyentuh level 21%.

Menurut pandangan Dian, tingginya angka belanja pemerintah ini tidak bisa dilepaskan dari faktor percepatan pelaksanaan ragam program strategis prioritas pemerintah pusat, seperti jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG), proyeksi inisiatif Koperasi Desa Merah Putih, serta kelanjutan pembangunan infrastruktur publik.

“Belanja pemerintah masih tumbuh cukup kuat di kuartal kedua, sekitar 16%. Melambat sedikit dibanding kuartal pertama, yang tumbuhnya mencapai 21%. Tentunya belanja pemerintah ini masih sangat ditopang oleh akselerasi atau percepatan belanja terkait dengan program-program prioritas,” jelasnya.

Di samping sokongan dari sisi belanja pemerintah, sektor penanaman investasi turut memegang peranan vital sebagai pilar penopang pertumbuhan ekonomi.

Realisi investasi pada kuartal II 2026 tercatat mampu tumbuh sebesar 6,9%, yang mana angka tersebut mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan perolehan catatan pada kuartal sebelumnya.

Lonjakan pertumbuhan investasi tersebut utamanya digerakkan oleh peningkatan pada pos investasi bangunan dan pengadaan alat kendaraan.

Investasi bangunan melesat secara signifikan seirama dengan masifnya proyek pembangunan infrastruktur fisik oleh pemerintah, sementara sektor investasi kendaraan disokong oleh tingginya tingkat permintaan pasar domestik, khususnya pada segmen kendaraan niaga.

Kendati demikian, di sisi lain, komponen konsumsi rumah tangga terpantau mengalami fase moderasi.

Pada rentang kuartal II 2026, tingkat konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh di level 5,1%, yang mana angka ini mengalami penurunan dari posisi 5,5% pada kuartal I 2026.

Kendati begitu, Dian menilai bahwa perlambatan tersebut mesti dicermati secara objektif dengan turut memperhitungkan faktor musiman yang berlaku.

Secara historis, kuartal I senantiasa mendapatkan suntikan dorongan konsumsi yang masif dari momentum perayaan bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

Memasuki fase kuartal III, sejumlah indikator penunjang justru mulai memperlihatkan tanda-tanda pembaikan.

Kinerja angka penjualan ritel pada bulan Juli 2026 kembali bergerak masuk ke dalam zona teritori positif setelah sebelumnya sempat mencatatkan pertumbuhan di zona negatif.

Di sisi lain, pergerakan indikator MSI tetap memperlihatkan catatan pertumbuhan positif sekalipun tengah melalui fase moderasi.

Mandiri Spending Index (MSI) juga pergerakannya relatif ada moderasi, tapi masih cukup baik. Bahkan kalau kami lihat sebenarnya polanya masih di atas tahun lalu. Jadi overall masih positif meskipun ada moderasi,” kata Dian.

Berdasarkan rekaman data MSI, besaran tingkat pertumbuhan belanja masyarakat tercatat berada di level 6,4% yoy pada kuartal I 2026, kemudian bergeser ke angka 6,1% pada kuartal II, serta berada di kisaran 6% hingga penghujung tanggal 23 Agustus 2026.

Dian turut mengamati bahwa aktivitas pembelanjaan dari segmen kelompok masyarakat lapisan bawah hingga menengah mulai memperlihatkan tren penguatan pada bulan Agustus 2026.

Persentase pertumbuhan belanja untuk kelompok masyarakat bawah bahkan sanggup menyentuh level 7,4%, sementara kelompok atas berada di angka 6,8% sampai dengan minggu ketiga bulan Agustus 2026.

Penguatan daya beli tersebut berjalan linear dengan kelancaran proses penyaluran paket dana bantuan sosial serta stimulus ekonomi pemerintah, yang mencakup program Keluarga Harapan (PKH) serta program paket sembako untuk periode triwulan Juli hingga September.

Berbekal berbagai rangkaian perkembangan indikator positif tersebut, pihak Bank Mandiri merevisi perkiraan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2026 secara keseluruhan diproyeksikan sanggup menembus level 5,34%.

“Kami melihat mungkin pertumbuhan ekonomi bisa di atas 5,34%, di atas proyeksi kami sebelumnya di 5,2%,” pungkas Dian.

Terkini

Karhutla IKN 458 Hektare, BNPB Perkuat Mitigasi Sejak Dini

Minggu, 06 September 2026 | 21:37:31 WIB

Bulog Gelontorkan 75 Ribu Ton Beras

Minggu, 06 September 2026 | 21:36:01 WIB

Atasi Jerawat dan Kebotakan Tanpa Rasa Sakit Lewat Terapi PBM

Minggu, 06 September 2026 | 21:32:32 WIB

Tawari 138 WK Migas Rusia, DEN Minta Pemerintah Bereskan Lahan

Minggu, 06 September 2026 | 21:29:31 WIB