Kinerja Bank Mandiri Solid Didukung Pertumbuhan Transaksi

Jumat, 04 September 2026 | 05:41:32 WIB
Bank Mandiri. (Foto: NET)

JAKARTA – Performa positif Bank Mandiri terjaga hingga penghujung Agustus 2026, yang ditopang oleh ekspansi intermediasi berkualitas serta perluasan aktivitas nasabah dalam ekosistem digital perseroan. 

Berdasarkan catatan bank only, total penyaluran pembiayaan Bank Mandiri menyentuh angka Rp1.592 triliun hingga akhir Agustus 2026, atau mengalami kenaikan sebesar 17,6 persen secara tahunan (year on year / YoY).

Perluasan pembiayaan tersebut tetap dijalankan secara hati-hati dengan memperhatikan proyeksi sektor serta profil risiko agar stabilitas kualitas aset tetap terjaga. Kondisi ini terefleksi dari rasio non-performing loan (NPL) di level 1,00 persen, disertai rasio pencadangan NPL (NPL coverage ratio) yang mencapai 240,6 persen.

Sebagai wujud peran strategis dalam menggerakkan pembangunan, Bank Mandiri terus memfokuskan alokasi pembiayaan ke sektor-sektor produktif yang memiliki prospek cerah serta memberikan dampak langsung terhadap perekonomian. 

Harapannya, penyaluran kredit tersebut mampu menopang ekspansi usaha, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta membuka lapangan pekerjaan baru.

Kenaikan pembiayaan ini ditopang oleh himpunan dana pihak ketiga (DPK) yang ikut menanjak 17,6 persen secara YoY menjadi Rp1.687 triliun. 

Komposisi pendanaan terjaga dengan baik, dengan nominal tabungan sebesar Rp563 triliun serta giro senilai Rp623 triliun. Capaian tersebut mencerminkan peran Bank Mandiri yang semakin luas dalam memenuhi ragam kebutuhan transaksi nasabah, baik dari segmen ritel maupun pelaku usaha.

Selain itu, performa positif ini turut didorong oleh eskalasi aktivitas transaksi di dalam ekosistem digital Bank Mandiri. Aplikasi Livin’ by Mandiri kini telah dimanfaatkan oleh sekitar 42,2 juta pengguna dengan total frekuensi transaksi menembus 3,32 miliar. 

Di sisi lain, platform Kopra by Mandiri melayani 385,3 ribu pengguna terdaftar dengan volume transaksi mencapai 1,05 miliar, seiring tingginya pemanfaatan oleh para pelaku bisnis untuk kelancaran operasional mereka.

Peningkatan volume transaksi ini berimbas langsung pada penguatan kontribusi pendapatan berbasis komisi terhadap kinerja keseluruhan Bank Mandiri. Hingga akhir Agustus 2026, pos fee-based income (FBI) mencatat pertumbuhan sebesar 12,9 persen secara YoY. 

Lonjakan tersebut utamanya didorong oleh perolehan recurring fee-based income dari platform Livin’ dan Kopra, seiring dengan tingginya frekuensi serta variasi transaksi nasabah pada kedua layanan tersebut.

Berkat kombinasi pertumbuhan intermediasi, lonjakan transaksi, serta diversifikasi pendapatan yang kian optimal, Bank Mandiri bank only membukukan laba bersih senilai Rp37,5 triliun sampai dengan Agustus 2026, atau tumbuh 22,3 persen secara YoY.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut menjadi fondasi penting bagi perusahaan dalam mempertahankan tren pertumbuhan yang sehat serta berkesinambungan. 

“Ke depan, kami akan menjaga kualitas intermediasi sekaligus memperkuat kapabilitas digital Bank Mandiri. Langkah ini kami jalankan agar dapat terus memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional dan menghadirkan layanan perbankan yang nyaman bagi nasabah,” ujar Novita dalam keterangan resminya, Jumat (4/9).

Ekosistem Digital Perluas Akses Produk dan Layanan

Novita menambahkan bahwa Bank Mandiri secara konsisten mengembangkan Livin’ by Mandiri serta Kopra by Mandiri sebagai gerbang utama bagi nasabah dalam mengakses ragam produk dan layanan perbankan. 

Melalui strategi ini, relasi dengan nasabah tidak terbatas pada aktivitas transaksi semata, melainkan berkembang selaras dengan dinamika kebutuhan finansial dan bisnis mereka.

Pada lini ritel, Livin’ by Mandiri memadukan aktivitas transaksi harian dengan berbagai fitur pengelolaan keuangan dalam satu aplikasi terpadu. 

Selain transfer, pembayaran tagihan, serta transaksi berbasis QRIS, nasabah dapat membuka produk deposito maupun tabungan rencana, mengakses instrumen investasi, hingga memenuhi berbagai kebutuhan gaya hidup (lifestyle). Ragam cakupan layanan Livin’ juga terus diperkaya dengan kehadiran fitur-fitur inovatif. 

Fitur Livin’ Call, misalnya, memberikan kemudahan bagi nasabah untuk terhubung langsung dengan petugas layanan Bank Mandiri lewat aplikasi tanpa dikenakan biaya pulsa. 

Sementara itu, fitur Livin’ Next-G menawarkan solusi pengelolaan tabungan serta transaksi digital bagi kalangan generasi muda yang terintegrasi dengan pengawasan orang tua.

“Kami akan terus memperkaya Livin’ by Mandiri dengan layanan yang semakin lengkap dan personal, mulai dari transaksi sehari-hari hingga kebutuhan lifestyle dan investasi. Dengan demikian, Livin’ dapat terus menjadi bagian dari keseharian nasabah sekaligus mendampingi berbagai kebutuhan finansial mereka,” kata Novita.

Sementara itu, pada segmen korporasi dan komersial, Kopra by Mandiri hadir untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola transaksi keuangan serta arus kas, sementara aplikasi Livin’ Merchant mempermudah proses penerimaan pembayaran usaha. 

Ekosistem digital ini juga terintegrasi langsung dengan berbagai fasilitas pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Mikro (KUM) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), sehingga para pelaku UMKM dapat memperoleh dukungan perbankan yang sejalan dengan perkembangan bisnis mereka.

“Fokus kami ke depan adalah menjaga pertumbuhan yang sehat dengan terus memperluas ekosistem Bank Mandiri. Kami ingin memastikan nasabah dapat memperoleh layanan yang andal, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhannya melalui Livin’, Kopra, serta seluruh jaringan layanan Bank Mandiri,” tutup Novita.

Terkini

Dilepas Madrid Lewat Telepon, Ceballos Tantang Mantan

Jumat, 04 September 2026 | 06:20:02 WIB

Skenario Lolos Timnas U20 ke Piala Asia 2027

Jumat, 04 September 2026 | 06:18:32 WIB

Bocoran iPhone 18: Harga, Kamera, hingga Layar Lipat

Jumat, 04 September 2026 | 06:17:01 WIB

WBO Desak Sheeraz dan Zhanibek Segera Capai Kesepakatan Duel

Jumat, 04 September 2026 | 06:14:02 WIB