Prabowo Dorong Perdagangan Indonesia-Rusia Capai Target Baru

Jumat, 04 September 2026 | 23:50:01 WIB
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. (Foto: NET)

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mendesak agar volume perdagangan bilateral antara Indonesia dan Rusia dapat dilipatgandakan, dengan target pencapaian investasi serta kemitraan ekonomi yang lebih kuat guna menyentuh angka US$5 miliar.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Negara tatkala bertindak sebagai pembicara kunci sekaligus Tamu Kehormatan Utama di ajang Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang berlangsung di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, pada hari Kamis (3/9/2026).

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa kehadiran Presiden dalam forum tersebut mempertegas ketetapan hati Indonesia dalam merajut erat tali persaudaraan serta kolaborasi ekonomi bersama pihak Rusia. 

“Samudra boleh terbentang, tetapi persahabatan dan kerja sama semakin mendekatkan Indonesia dan Rusia,” ucap Teddy di sela-sela keterangan pers usai mendampingi Presiden Prabowo di Vladivostok, Jumat (4/9/2026).

Di dalam sesi pidatonya, Prabowo menguraikan sejumlah pokok pikiran berkenaan dengan relasi historis antarkedua negara. 

Presiden mengingatkan bahwa populasi Nusantara yang hampir menyentuh angka 290 juta jiwa tidak akan pernah melupakan rekam jejak sejarah serta jasa negara-negara sahabat yang senantiasa membersamai langkah perjuangan Republik Indonesia.

Pada momen yang sama, Presiden turut melayangkan undangan resmi kepada Presiden Rusia Vladimir Putin agar sudi berkunjung ke tanah air. Menurut pandangan beliau, batas teritorial maupun jarak yang jauh bukanlah suatu kendala berarti untuk merajut keeratan hubungan bilateral. 

Wilayah Samudra Pasifik justru diyakini mampu berfungsi sebagai jembatan penghubung bagi potensi perdagangan, penanaman modal, serta kemakmuran bersama.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia senantiasa mengambil sikap terbuka dalam membangun jejaring kerja sama lintas negara. Walaupun tidak bergabung dalam aliansi pertahanan mana pun, Indonesia tetap aktif berpartisipasi di berbagai forum ekonomi global.

Prabowo menggarisbawahi pentingnya memastikan setiap bentuk kemitraan mendatangkan manfaat nyata bagi masyarakat luas. 

Kemajuan ekonomi dipandang bukan sekadar deretan angka statistik, melainkan harus terwujud nyata dalam bentuk ketersediaan bahan pangan, lapangan pekerjaan yang memadai, hunian layak, pasokan energi terjangkau, serta peningkatan taraf hidup rakyat secara menyeluruh.

Teddy menambahkan bahwa Kepala Negara memandang struktur ekonomi Indonesia dan Rusia memiliki karakteristik yang saling melengkapi. Rusia mempunyai keunggulan komparatif di bidang energi, sektor pangan, pasokan pupuk, hingga penguasaan sains dan teknologi. 

Di sisi lain, Indonesia menyajikan pasar domestik yang masif, fondasi industri yang kuat, kekayaan sumber daya alam, serta letak geografis strategis sebagai gerbang utama menuju kawasan ASEAN dan Indo-Pasifik.

Berdasarkan landasan tersebut, Seskab menekankan bahwa Presiden Ke-8 RI menghendaki agar kerja sama ekonomi kedua belah pihak tidak berhenti sebatas pada lonjakan angka perdagangan semata, melainkan wajib diejawantahkan melalui aksi nyata investasi serta industrialisasi.

Volume perdagangan bilateral yang kini hampir menyentuh US$5 miliar dinilai masih menyimpan potensi ekspansi yang sangat luas. Oleh karena itu, Presiden mendesak agar nilai tersebut bisa digandakan saat momentum peninjauan perdana Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (Indonesia-EAEU). 

Kolaborasi ini diharapkan mampu membuahkan hasil konkrit yang bernilai tambah bagi perekonomian kedua negara.

Pemerintah Indonesia juga membuka pintu lebar-lebar bagi para investor asal Rusia untuk memperluas penanaman modal di dalam negeri. 

Presiden mengajak para pelaku usaha Rusia untuk mendirikan basis industri serta merintis nilai tambah bersama di Indonesia, yang sekaligus diproyeksikan sebagai batu loncatan untuk menembus pasar regional ASEAN serta kawasan Indo-Pasifik.

"Mengutip pepatah Rusia, "Odin v pole ne voin"-tidak ada kemenangan jika berjuang sendirian. Presiden menegaskan bahwa semangat ini sejalan dengan nilai gotong royong, kemajuan, perdamaian, dan kesejahteraan harus dibangun bersama," tegasnya.

Melalui partisipasi aktif sebagai Tamu Kehormatan Utama di EEF ke-11, Indonesia kembali menegaskan peluang emas guna memperluas cakupan kemitraan dengan Rusia, utamanya pada sektor perdagangan, investasi, energi, ketahanan pangan, industri, sains, serta teknologi.

"Indonesia terbuka bagi investasi dan kemitraan dengan Rusia. Presiden mengajak dunia usaha Rusia untuk berinvestasi, membangun industri, dan menciptakan nilai tambah bersama di Indonesia, sekaligus menjangkau pasar Asean dan Indo-Pasifik," pungkas Teddy.

Terkini

Purbaya Pastikan Tak Ada Tax Amnesty 2027

Jumat, 04 September 2026 | 01:22:31 WIB

Prabowo Serukan Kerja Sama RI-Rusia di EEF 2026

Jumat, 04 September 2026 | 01:13:02 WIB