JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggenjot penyelesaian studi kelayakan atau feasibility study (FS) proyek Jalan Tol Puncak Caringin–Cisarua. Pihak kementerian menargetkan FS selesai pada tahun ini supaya proses pembangunan fisik dapat dimulai pada 2027.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa seluruh rangkaian perencanaan teknis wajib dituntaskan untuk menjamin proyek tersebut siap melangkah ke tahap konstruksi.
"Kayaknya masih disiapkan feasibility study-nya, belum keluar belum selesai. Targetnya kalau bisa saya minta secepat-cepatnya. FS-nya ditargetkan tahun ini bisa selesai," ujar Dody saat ditemui di Kompleks Parlemen RI, Rabu (2/9/2026).
Seusai FS dinyatakan tuntas, proyek jalan bebas hambatan ini bakal berlanjut ke tahap penyusunan Detail Engineering Design (DED). Dody mematok target agar pengerjaan fisik sudah dapat bergulir pada tahun depan.
"Kemudian [apabila FS selesai] bisa dilanjutkan dengan pembentukan Detail Engineering Design. Nah, tahun depan sudah bisa mulai fisiknya," tegas Dody.
Merujuk catatan Bisnis, realisasi pengerjaan Jalan Tol Puncak Caringin–Cisarua hingga kini masih dalam tahapan penyusunan desain awal atau basic design oleh badan usaha yang bertindak selaku pemrakarsa proyek.
Direktur Jalan Bebas Hambatan Ditjen Bina Marga Kementerian PU Dedy Gunawan mengonfirmasi bahwasanya proyek ini bakal mengandalkan skema skema pembiayaan swasta murni.
"Puncak yang Caringin–Cisarua saat ini pemrakarsanya sudah melakukan asistensi dengan kami untuk optimasi rutenya dan basic design-nya. Itu pemrakarsa badan usaha swasta murni itu," ujar Dedy.
Sesuai rancangan awal, Jalan Tol Caringin–Cisarua diproyeksikan terbentang sepanjang kurang lebih 52 kilometer yang terbagi ke dalam lima seksi. Jalur tol tersebut dirancang terintegrasi dengan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) dan selanjutnya bakal tersambung hingga ke arah Cianjur.
Wacana pembangunan jalan tol yang menautkan Caringin–Puncak–Cianjur sebelumnya sempat dipaparkan oleh mantan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit. Pada saat itu, perkiraan anggaran awal untuk pengerjaan proyek tersebut menembus angka Rp24,37 triliun.