Bantu Korban Gempa NTT, PTFI Kucurkan Dana Bantuan Rp2,5 Miliar

Rabu, 02 September 2026 | 21:42:31 WIB
Presiden Direktur Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Freeport Indonesia (PTFI) menyalurkan dana bantuan kemanusiaan bernilai Rp2,5 miliar bagi para korban gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mendampingi langsung pengiriman bantuan ke NTT sekaligus memimpin penyerahan kepada masyarakat yang terdampak di Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT, Selasa (1/9/2026).

Sebelum bergerak ke titik terdampak di Desa Cunca Wulang, Tony Wenas menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis kepada Gubernur NTT Melki Laka Lena di Kupang.

“Kami datang dengan niat yang tulus untuk membantu saudara-saudara kami di NTT yang sedang terkena musibah. Kekerabatan timur mendorong kami untuk berbuat lebih,” ujar Tony Wenas.

Tercatat sebanyak 83 pekerja PTFI merupakan putra daerah asal NTT. Tony menguraikan sejak pertengahan Agustus, tak lama usai peristiwa gempa bumi, PTFI bergerak cepat menugaskan Tim Tanggap Darurat PTFI di bawah koordinasi Kementerian ESDM.

Tim Tanggap Darurat yang beranggotakan enam personel (2 dokter, 1 tenaga medis, dan 3 petugas rescuer) telah dikirim sejak 20 Agustus dari Timika, dengan durasi penugasan di lapangan sepanjang 22-29 Agustus 2026.

Adapun titik operasional difokuskan pada enam permukiman, yakni Kampung Liang Dalo, Kampung Waso, Kampung Mbinjar, Desa Maki, Desa Golo Manggung Kampung Wae Waru, serta Posko Utama Pengungsian Desa Golo Manggung, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur. Jumlah korban yang berhasil ditangani mencapai 500 pasien.

Menindaklanjuti aksi Tim Tanggap Darurat tersebut, PTFI turut mengumpulkan dana kemanusiaan dari para karyawan PTFI di pelbagai area kerja (Timika, Nabire, Gresik, dan Jakarta) via penggalangan #PTFIPEduliNTT.

Hasil penggalangan dana kemanusiaan itu lantas dilipatgandakan nilainya oleh korporasi (double match) untuk kemudian didonasikan kepada para korban gempa sehingga terkumpul nilai total Rp2,5 miliar.

Guna mendistribusikan bantuan tersebut, PTFI bermitra dengan Human Initiative (HI). Cakupan wilayah penyaluran logistik tersebar di beberapa area, yakni Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur, dengan prioritas pada empat bidang utama: pangan dan gizi, kebersihan air serta sanitasi, hunian permukiman, hingga akses kesehatan dasar.

Pada tahap awal, HI mendistribusikan logistik PTFI untuk fase tanggap darurat berupa 700 paket bedding kits, personal hygiene kits, shelter kit, bahan pokok, 5 unit hunian sementara, dan 4 bangunan sekolah darurat.

Melalui saluran Palang Merah Indonesia (PMI), PTFI juga mendistribusikan bantuan berupa hygiene kit, bahan pokok, shelter kit, dan bedding kit masing-masing berjumlah 300 paket dengan total nilai senilai Rp500 juta.

Gubernur NTT Melki Laka Lena mengutarakan bahwa pasokan bantuan kemanusiaan tersebut amat berdaya guna bagi warga NTT yang terdampak.

Dalam kurun tanggap darurat saat ini, sambung Melki, masyarakat terdampak masih amat memerlukan bantuan dari pelbagai pihak. Hingga kini, getaran gempa susulan dilaporkan masih terus berulang. Terdata sudah lebih dari 11.000 kali guncangan susulan terjadi.

Dinamika ini, menurut Melki, memicu kendala baru bagi para korban gempa.

“Gempa sudah menyentuh wilayah psikologis orang per orang, dan ini tengah jadi fokus kami," katanya.

Melki mengharapkan semakin banyak dukungan yang mengalir guna meringankan beban warga terdampak, utamanya dukungan sarana sekolah darurat serta posko kesehatan. Sebab, fasilitas sekolah yang rusak akibat guncangan gempa pertengahan Agustus tersebut terhitung cukup banyak.

Terkini

Indonesia Dorong G20 Pangkas Hambatan Usaha

Rabu, 02 September 2026 | 00:15:32 WIB

Kinerja SIG (SMGR) Makin Solid Berkat Merger 7 Anak Usaha

Rabu, 02 September 2026 | 00:07:32 WIB

VKTR Raih Komitmen Pendanaan Rp2 Triliun dari Danantara

Rabu, 02 September 2026 | 23:59:32 WIB