LITERASIKEUANGAN.COM — Pengumuman itu keluar pada hari yang sama saat harga saham AUTO berada di level tertingginya dalam tiga tahun. Astra International bergerak membeli saham publik dengan harga premium, sebuah sinyal konsolidasi kepemilikan di tengah bisnis komponen otomotif yang membaik.
Harga Tender Offer Rp3.600, Lebih Tinggi dari Pasar
Dalam penawaran ini, Astra membidik maksimal 238,44 juta saham AUTO atau sekitar 4,947% dari total saham yang beredar. Dengan harga Rp3.600 per saham, nilai total transaksi mencapai Rp858,39 miliar. Harga tersebut lebih tinggi sekitar 4,3% dari penutupan AUTO pada Senin (31/8/2026) yang masih di level Rp3.450.
Premi itu dihitung dari rata-rata harga saham selama 90 hari terakhir, acuan umum dalam penawaran tender di bursa. Pemegang saham publik yang menyetujui tawaran ini langsung mendapatkan keuntungan dari selisih harga.
Reli Saham AUTO: Dari Rp2.350 ke Rp3.450
Kenaikan harga saham AUTO tidak terjadi dalam sekejap. Pada 1 Juli 2026, saham ini masih diperdagangkan di Rp2.350. Dalam dua bulan, harganya melonjak 47% ke Rp3.450, titik tertinggi sejak tiga tahun terakhir.
Reli ini berlangsung sebelum pengumuman tender offer secara resmi. Investor tampaknya sudah menebak rencana Astra International, sehingga mereka memburu saham AUTO lebih awal.
Langkah Astra: Konsolidasi atau Ekspansi?
Langkah Astra membeli kembali saham publik ini bisa dibaca sebagai upaya memperkuat kendali atas anak usaha yang bergerak di sektor komponen otomotif. Dengan kepemilikan yang lebih besar, Astra punya ruang lebih leluasa untuk mengambil keputusan strategis jangka panjang.
Bagi pemegang saham publik, tawaran ini memberi pilihan: keluar dengan harga menarik, atau tetap bertahan di tengah prospek bisnis yang masih positif. Keputusan itu harus diambil sebelum batas waktu penawaran yang akan diumumkan kemudian.
Tender offer ini menjadi katalis utama pergerakan saham AUTO dalam periode singkat. Kini, nasib pemegang saham publik bergantung pada respons mereka terhadap tawaran Rp3.600 per saham.