JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memperoleh alokasi bantuan dari pemerintah pusat berupa program bedah rumah sebanyak 250 unit seiring diraihnya penghargaan sebagai pemerintah daerah berprestasi tahun 2026 dalam kategori implementasi program 3 juta rumah.
Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah melalui keterangan resminya di Tangerang, Sabtu, mengutarakan rasa syukurnya atas anugerah apresiasi tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi manifestasi nyata atas penilaian objektif pemerintah pusat terhadap kinerja Pemprov Banten.
Ia menekankan bahwa seluruh pencapaian yang diperoleh pada muaranya ditujukan demi kemaslahatan masyarakat, yang salah satunya diwujudkan lewat kucuran bantuan dari pemerintah pusat.
?"Penghargaan ini kembali untuk masyarakat. Untuk tingkat provinsi yang mendapatkan (penghargaan ini) hanya dua, yaitu Jawa Barat dan Banten," kata Dimyati.
Berkaitan dengan alokasi 250 unit bedah rumah tersebut, Dimyati menjamin bahwa proses distribusi program akan berlandaskan asas keadilan serta ketepatan sasaran. Skema teknis penyalurannya bakal dikoordinasikan lebih mendalam oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten bersama Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta instansi terkait lainnya.
?"Ini nanti diberikan kepada daerah-daerah yang memang benar-benar membutuhkan," imbuhnya.
Dimyati menaruh harapan agar bantuan fisik tersebut sanggup mendongkrak taraf hunian supaya warga Banten bisa menempati rumah yang layak hantui. Ia turut menggarisbawahi bahwa Pemprov Banten senantiasa membuka pintu bagi kritik dan saran demi merealisasikan pembangunan daerah yang berkesinambungan.
?"Kami berharap berbagai apresiasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memaparkan bahwa penganugerahan apresiasi ini mencakup empat sektor utama, yaitu pengelolaan kebersihan dan lingkungan asri, tingkat akses warga terhadap fasilitas pendidikan, pemerataan akses serta mutu layanan kesehatan, serta Implementasi Program 3 Juta Rumah.
Sektor-sektor tersebut dipilih lantaran merepresentasikan pemenuhan kebutuhan dasar publik beserta upaya mendongkrak kualitas hidup.
?"Harapan kami, dengan acara ini, rekan-rekan yang menang akan lebih semangat lagi. Bagi yang belum beruntung, mudah-mudahan termotivasi untuk memperbaiki kinerja untuk memenangkan lomba berikutnya," papar Tito.