SMBC Indonesia dan ADB Perkuat Pembiayaan Rantai Pasok

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:46:31 WIB
PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (Foto: NET)

JAKARTA — PT Bank SMBC Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan perdagangan serta rantai pasok melalui kemitraan bersama Asian Development Bank (ADB), sekaligus membuka peluang perluasan pembiayaan bagi para pelaku industri di pelbagai segmen. 

Kolaborasi tersebut dijalankan lewat skema unfunded risk participation, di mana ADB bertindak sebagai mitra partisipasi risiko strategis bagi portofolio pembiayaan perdagangan dan rantai pasok Bank SMBC Indonesia.

Sinergi ini dirancang guna memantapkan mekanisme kontingensi kredit yang telah berjalan di samping menjaga kualitas kredit perseroan agar senantiasa berada pada level yang sehat. 

Wakil Direktur Utama Bank SMBC Indonesia Jun Saito mengemukakan bahwa pembiayaan perdagangan serta rantai pasok memegang fungsi krusial dalam menghubungkan para pelaku usaha, menyokong kegiatan komersial, dan memperkuat rantai nilai.

“Pembiayaan perdagangan dan rantai pasok memainkan peran yang semakin penting dalam menghubungkan pelaku usaha, mendukung kegiatan komersial, dan memperkuat rantai nilai,” ungkap Saito dalam keterangan resminya, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, kerja sama bersama ADB menjelma menjadi bagian dari langkah perseroan dalam mendongkrak kapabilitas pembiayaan sekaligus menghadirkan solusi yang mampu mengakomodasi kebutuhan bisnis nasabah yang terus berkembang.

Dalam kolaborasi ini, imbuhnya, Bank SMBC Indonesia tetap memegang penuh seluruh rangkaian proses origination, administrasi, pengelolaan, hingga pemantauan transaksi. 

Dia pun memastikan bahwa implementasi kemitraan ini senantiasa selaras dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, yang mencakup prosedur uji tuntas nasabah, kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, serta pengawasan portofolio secara berkesinambungan.

Kerangka kerja tersebut menjadi esensi dari penerapan prinsip kehati-hatian perbankan yang sejalan dengan standar internasional. 

Sektor pembiayaan perdagangan dan rantai pasok sendiri diposisikan sebagai salah satu solusi strategis Bank SMBC Indonesia dalam mengawal pertumbuhan nasabah di tiap lini rantai nilai. Di samping itu, perseroan terus mengoptimalkan kapabilitas sistem serta produknya, mulai dari segmen korporasi hingga level mikro.

Penguatan pembiayaan ini linier dengan ekspansi bisnis korporasi dan komersial Bank SMBC Indonesia. 

Hingga akhir Juni 2026, catatan kredit konsolidasi pada segmen korporasi dan komersial mengalami kenaikan 12,8% secara tahunan hingga menyentuh angka Rp116,5 triliun. Peningkatan penyaluran kredit turut dicatatkan oleh sejumlah lini bisnis lainnya.

Jenius membukukan pertumbuhan kredit sebesar 9,9% secara tahunan menjadi Rp3,69 triliun, sementara BTPN Syariah tumbuh 8,7% hingga mencapai Rp11,03 triliun. Di sisi lain, pembiayaan yang disalurkan melalui anak usaha OTO & SOF menanjak 5,8% secara tahunan hingga membukukan Rp31,89 triliun.

Saito menambahkan bahwa kemitraan strategis dengan ADB kian memantapkan posisi Bank SMBC Indonesia sebagai institusi finansial yang andal dalam menyokong aktivitas perdagangan serta rantai pasok di tanah air.

“Kolaborasi ini semakin memperkuat peran Bank SMBC Indonesia sebagai mitra keuangan tepercaya dalam mendukung aktivitas perdagangan dan rantai pasok di Indonesia. Sinergi ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha, meningkatkan ketahanan ekosistem perdagangan, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Terkini