JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, menyebabkan sebagian penduduk terpaksa mengungsi dan para petani mengalami gagal panen.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, di Jakarta pada hari Jumat, menyampaikan bahwa situasi tersebut merupakan dampak yang cukup berarti dari penurunan curah hujan berdurasi panjang sepanjang musim kemarau ini.
"Gagal panen dan sebagian warga terdampak mengungsi," ujar Berton.
- Baca Juga Pesawat TNI di Jakarta untuk Merdeka Run
Ia menerangkan bahwa krisis air serta paceklik pangan tersebut terjadi di dua kawasan utama, yakni Kampung Bowisa yang terletak di Distrik Mugi serta Kampung Mbuwa di Distrik Mbuwa, Kabupaten Nduga.
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mencatat secara keseluruhan terdapat sekitar 1.156 Kepala Keluarga (KK) yang saat ini menghadapi ancaman kerawanan pangan akibat kegagalan hasil pertanian warga yang selama ini menjadi sumber penghidupan pokok mereka.
Kegagalan panen pada lahan seluas 2.325 hektare itu memicu kelangkaan ketersediaan bahan pangan pokok di wilayah terdampak, sehingga memicu perpindahan warga untuk mencari pasokan kebutuhan sehari-hari.
"Sebagian warga terdampak telah mengungsi ke Distrik Walaik," tutur Berton.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa BNPB mengharapkan pemerintah daerah (pemda) bersama pihak-pihak terkait dapat mempercepat pelaksanaan kaji cepat serta pemantauan berkala yang nantinya berfungsi sebagai landasan penanganan bantuan darurat secara mendesak.