Meta Perketat Akses Medsos Remaja Usai Gugatan AS

Jumat, 28 Agustus 2026 | 06:02:31 WIB
Perusahaan teknologi Meta. (Foto: NET)

JAKARTA - Perusahaan teknologi Meta pada Rabu (26/8) mengumumkan rencana pengetatan pembatasan akses Facebook dan Instagram bagi pengguna remaja guna menuntaskan gugatan hukum dari hampir seluruh negara bagian di Amerika Serikat terkait dampak media sosial.

Mengutip laporan MacRumors pada Rabu (26/8), pembatasan tersebut mencakup pembatasan total durasi akses harian bagi pengguna di bawah 18 tahun maksimal dua jam untuk kedua platform secara gabungan.

Perusahaan juga meluncurkan Mode Malam untuk mencegah aktivitas unggah maupun lihat konten dari tengah malam hingga pukul 06.00, serta Mode Sekolah yang membungkam notifikasi mulai pukul 08.00 sampai 15.00.

Selain itu, sistem akan mengirimkan peringatan setiap 15 menit penggunaan layar tanpa henti, serta pengingat lanjutan saat durasi mencapai 60 menit dan 90 menit.

Meta turut menyediakan opsi umpan non-algoritmik tanpa personalisasi rekomendasi yang dapat diwajibkan oleh orang tua. Pengguna remaja juga dibatasi dari melihat jumlah "suka" serta reaksi, dan tidak bisa memakai filter menyerupai operasi plastik atau riasan ekstrem.

Dalam hal verifikasi usia, perusahaan akan memperkuat perangkat deteksi akun anak di bawah 13 tahun serta kelompok usia 13 hingga 17 tahun demi memastikan penerapan fitur perlindungan yang tepat.

Fitur pengawasan orang tua ditingkatkan lewat laporan berkala pola penggunaan serta notifikasi jika remaja menautkan akun kedua atau berinteraksi dengan akun mencurigakan.

Sebagai bagian dari penyelesaian, Meta sepakat membayar kompensasi senilai sekitar 18 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp319 triliun secara cicilan selama 10 tahun untuk mendanai keselamatan anak di dunia maya.

Sebesar 5,3 miliar dolar AS dari dana tersebut akan ditahan oleh Meta kecuali jika TikTok dan YouTube menerapkan kebijakan pengamanan yang setara, seperti pembatasan waktu harian satu jam per aplikasi, mode malam, serta verifikasi usia yang ketat.

Meta menegaskan telah mengirim surat terbuka agar platform pesaing tersebut turut mengambil langkah serupa demi perlindungan digital bagi anak muda.

Terkini