Strategi BWPT Hadapi El Nino dan Karhutla demi Jaga Operasional

Jumat, 28 Agustus 2026 | 05:39:32 WIB
PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) menyiapkan sejumlah langkah pencegahan untuk mengantisipasi ancaman perubahan iklim, seperti fenomena El Nino serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), demi menjamin keberlangsungan kegiatan usahanya.

Direktur dan COO BWPT, Andrew Haryono, menyampaikan bahwa pihak perseroan sudah mengantisipasi ancaman iklim tersebut memakai sistem deteksi dini serta langkah-langkah preventif. Gejala El Nino mulai terdeteksi sejak bulan Mei 2026 dan diprediksi menguat pada Juli, sementara karhutla muncul pada Agustus. 

Menurutnya, BWPT sangat mengutamakan prinsip identifikasi bahaya sedini mungkin serta tanggapan yang cekatan guna mengamankan operasional perkebunan. Pihak perusahaan antara lain memanfaatkan teknologi satelit, wahana nirawak atau drone, menara pemantau api, serta kegiatan patroli rutin di sekitar area perkebunan.

“Kami deteksi dini melalui menara pemantau api. Kami proaktif untuk menopang operasional ke depan. Prinsip kami adalah mengidentifikasi risiko lebih cepat dan memberikan respons yang lebih tanggap,” ujar beliau dalam Paparan Publik, Kamis (27/8/2026).

Di samping sistem pengawasan, BWPT turut memperkuat tingkat kesiapsiagaan dengan menyediakan sarana pemadam kebakaran beserta sumber daya manusia yang memadai. Upaya ini dijalankan sebagai bagian dari tindakan preventif dalam menghadapi potensi bencana di lingkungan sekitar perkebunan. 

Andrew menyebutkan bahwa pengaruh El Nino terhadap operasional BWPT saat ini belum terlihat secara signifikan, di mana perseroan masih terus mengawasi perkembangan cuaca serta dampaknya terhadap tanaman kelapa sawit.

“Dampak El Nino secara riil belum terlihat. Kami menggunakan teknologi satelit, drone, menara api, dan patroli. Kami juga melengkapi peralatan damkar dan SDM yang cukup. Mungkin dampaknya akan kami monitor hingga tahun depan,” kata beliau.

Dalam waktu bersamaan, BWPT memandang prospek harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) masih menjanjikan hingga akhir tahun serta berlanjut pada tahun berikutnya. Andrew memperkirakan tarif CPO bertahan pada posisi tinggi disebabkan pasokan yang berpotensi menyusut di tengah lonjakan permintaan pasar.

“Harga CPO akhir tahun hingga tahun depan masih tinggi karena suplai tertekan sementara demand meningkat,” ujar beliau.

Sebagai informasi tambahan, PT Eagle High Plantations Tbk. merupakan korporasi yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit dengan menghasilkan tandan buah segar (TBS), serta mengelola pabrik kelapa sawit penghasil CPO dan inti sawit (PK). 

Seluruh aktivitas operasional BWPT tersebar di wilayah Pulau Sumatera, Kalimantan, serta Papua dengan total luas lahan perkebunan mencapai kisaran 84.000 hektare. Di samping itu, perseroan memiliki total kapasitas pabrik kelapa sawit mencapai 2,4 juta ton TBS setiap tahunnya. 

Berkenaan dengan aspek keberlanjutan lingkungan, BWPT menegaskan komitmen penuh lewat kepemilikan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) untuk keseluruhan total produksi CPO milik perusahaan.

Terkini