ARKO Teken Tiga Transaksi Jual Beli Listrik PLTS Kapasitas 34 MWp

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:58:01 WIB
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Kukusan 2 berkapasitas 5,4 MW miliki PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Arkora Hydro Tbk. (ARKO) lewat lini anak usahanya, yakni PT Endorshine Energi Matahari (EEM), resmi menandatangani transaksi jual beli listrik tenaga surya bersama tiga korporasi dengan total kapasitas pembangkit mencapai 34 MWp.

Corporate Secretary Arkora Hydro Ricky Hartono mengemukakan bahwa pihak EEM telah merampungkan penandatanganan perjanjian jual beli listrik tenaga surya tersebut pada 25 Agustus 2026 bersama PT Batamindo Investment Cakrawala, PT Bintan Inti Industrial Estate, serta PT Bintan Resort Cakrawala.

“Perolehan perjanjian ini membawa dampak yang positif bagi kegiatan operasional, keuangan dan kelangsungan usaha perseroan,” kata Ricky dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (27/8/2026).

Lebih rinci, transaksi bersama PT Batamindo Investment Cakrawala mencakup pembangunan PLTS berkapasitas 11,5 MWp yang dipadukan dengan sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System (BESS) berkapasitas 11,4 MWh.

Berikutnya, transaksi dengan PT Bintan Inti Industrial Estate meliputi proyek PLTS berkapasitas 12,5 MWp yang didukung BESS sebesar 5,6 MWh.

Sementara itu, kerja sama dengan PT Bintan Resort Cakrawala mencakup penyediaan PLTS berkapasitas 10 MWp yang turut dilengkapi sistem BESS berkekuatan 11,3 MWh.

Dengan demikian, akumulasi kapasitas dari ketiga proyek PLTS tersebut menembus angka 34 MWp dengan total kapasitas BESS mencapai 28,3 MWh.

Manajemen Arkora Hydro menilai rangkaian transaksi ini sebagai langkah strategis perseroan untuk memperluas serta mendiversifikasi portofolio pembangkit listrik ke sektor energi surya. Penambahan proyek PLTS yang terintegrasi dengan BESS ini sekaligus memperkokoh posisi tawar ARKO dalam peta pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

Sebelumnya, ARKO telah menuntaskan aksi korporasi berupa akuisisi penuh 100% kepemilikan saham PT Endorshine Energy Solution (EES) melalui dua anak usaha perseroan, yakni PT Arkora Tenaga Matahari (ATM) dan PT Arjuna Hidro (AJ), pada 12 Agustus 2026. Langkah tersebut menandai babak ekspansi perseroan ke ranah bisnis PLTS, setelah sebelumnya fokus menggarap pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Terkini