Destry Damayanti Usung Visi Strategis di Uji Kelayakan DPR

Rabu, 26 Agustus 2026 | 03:31:32 WIB
Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. (Foto: NET)

JAKARTA - Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengusung visi agar BI tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan, sebagaimana diungkapkan dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR. 

Selain itu, visi tersebut juga bertujuan menjadikan BI sebagai institusi yang kredibel dalam memelihara stabilitas serta memacu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Mempertimbangkan tantangan perekonomian serta mandat yang diemban oleh Bank Indonesia, maka bila kami mendapatkan amanah menjadi Gubernur Bank Indonesia, kami akan jalankan visi yang ditopang dengan tiga misi dan lima inisiatif strategis,” ucap Destry saat menyampaikan pemaparannya di ruang rapat Komisi XI DPR RI, Jakarta, pada Rabu.

Misi pertama yang diusung ialah menjaga stabilitas sebagai fondasi demi menopang pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. 

Misi kedua adalah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Sementara itu, misi ketiga berfokus pada penguatan kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan melalui Sinergi Merah Putih.

Adapun inisiatif strategis yang pertama mencakup penguatan bauran kebijakan BI. Destry menerangkan bahwa bauran kebijakan tersebut bakal terus dioptimalkan guna menanggulangi tekanan dari sektor eksternal, fluktuasi nilai tukar, serta laju inflasi, sehingga tercipta iklim ekonomi yang kondusif bagi stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi.

Berikutnya, inisiatif strategis kedua berkaitan dengan kebijakan lalu lintas devisa (LLD). Menurut Destry, kebijakan tersebut menjadi perhatian krusial yang selaras dengan mandat undang-undang BI. 

Menghadapi pelbagai tantangan eksternal dari sisi makro maupun infrastruktur LLD, Destry menyatakan bahwa pihaknya kelak akan menjalankan *refocusing* serta revitalisasi kebijakan LLD, terutama yang bertumpu pada pengawasan digital dan *suptech*.

“Hal ini amat penting mengingat potensi under-invoicing yang cukup besar namun kami tidak bisa sendirian karena data terkait LLD melibatkan banyak pihak,” terang dia.

Inisiatif strategis ketiga menyoroti sektor keuangan inklusif dan berkelanjutan, di mana kemakmuran ekonomi yang berkualitas harus dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat. 

Di samping itu, inklusi serta keuangan syariah dipandang sebagai penggerak utama (*game changer*) bagi Indonesia dalam menggapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Destry juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat pembiayaan inklusif lewat instrumen makroprudensial, serta menyempurnakan kebijakan keuangan berkelanjutan terkait metode perhitungan emisi dan karbon bagi sektor perbankan maupun korporasi.

Selanjutnya, inisiatif strategis keempat menyangkut tata kelola kelembagaan yang inovatif, sebab eskalasi mandat BI menuntut sokongan kelembagaan yang semakin tangguh. 

“Kredibilitas Bank Indonesia bukan sesuatu yang dapat dibangun secara instan tapi merupakan hasil akumulasi dari integritas, konsistensi, inovasi dan sinergi jangka panjang,” ungkap Destry.

Terakhir, inisiatif strategis kelima yakni Sinergi Merah Putih yang berfungsi sebagai poros penghubung seluruh kebijakan. Destry meyakini bahwa kejayaan BI tidak bisa diraih secara mandiri, melainkan melalui kerja sama erat dengan seluruh pemangku kepentingan. 

Kolaborasi ini dijabarkan ke dalam ragam program konkret yang sejalan dengan visi Asta Cita, mulai dari ketahanan pangan, industrialisasi, hingga digitalisasi ekonomi.

Dalam menjalankan kebijakannya, Destry menyebut pihaknya bakal mengedepankan prinsip “3I” dan “1S”, yakni *impactful*, inklusif, integrasi, serta sinergi. 

“Buat kami sinergi bukan hanya tentang bekerja bersama, tetapi tentang menyatukan kekuatan, saling melengkapi, dan melangkah seirama untuk mencapai hasil yang lebih baik daripada yang dapat diraih kalau kami bekerja sendirian,” pungkas Destry.

Sebagai catatan, Destry Damayanti yang kini bertindak sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI merupakan calon tunggal yang diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto ke DPR RI menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo pada 25 Juli 2026. 

Rangkaian uji kelayakan ini turut dilanjutkan untuk posisi Deputi Gubernur Senior dan Deputi Gubernur BI dalam pekan ini.

Terkini