LITERASIKEUANGAN.COM — Jumlah nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) terus bertumbuh di tengah upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan industri memperkuat edukasi keuangan syariah. Hingga Agustus 2026, bank pelat merah tersebut mengantongi 24,3 juta customer base, didukung perluasan layanan dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Wakil Direktur Utama BSI Bob T. Ananta menyebut pertumbuhan ini merupakan hasil konsistensi perseroan dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah. "Saat ini jumlah customer base BSI mencapai 24,3 juta," ujarnya dalam siaran pers, Senin (24/8).
Rendahnya Literasi vs. Tingginya Minat
Pertumbuhan nasabah yang signifikan berbanding terbalik dengan tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan syariah. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan syariah baru menyentuh 43,07 persen. Adapun indeks inklusi keuangan syariah berada di level 13,24 persen.
Artinya, meski jumlah pengguna layanan perbankan syariah meningkat, pemahaman masyarakat terhadap prinsip dan produk keuangan syariah masih perlu ditingkatkan. Gap antara literasi dan inklusi ini menjadi pekerjaan rumah bagi regulator dan industri perbankan.
EKSiS 2026 Jadi Wadah Edukasi dan Akuisisi
BSI turut berpartisipasi dalam acara Ekosistem Keuangan Syariah (EKSiS) 2026 yang digelar pada 20-23 Agustus. Mengusung tema "Tumbuh Bersama, Bermanfaat untuk Semua", kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi, edukasi, serta produk dan layanan keuangan syariah.
Untuk menarik minat masyarakat, BSI menawarkan sejumlah program selama gelaran EKSiS. Nasabah yang melakukan aktivasi aplikasi BYOND berkesempatan mendapat cashback Rp30.000 melalui kode referral BYONDEKS, dengan kuota 2.500 nasabah per bulan. Selain itu, tersedia promo kopi gratis bagi masyarakat yang membuka rekening BSI atau melakukan top up minimal Rp50.000, dengan kuota 100 cup per hari.
Keuangan Syariah Lebih dari Sekadar Transaksi
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, menegaskan bahwa pengembangan keuangan syariah tidak hanya berkaitan dengan transaksi keuangan. Menurutnya, sektor ini menyangkut pembangunan keadilan, kemitraan, kepercayaan, dan kemaslahatan masyarakat.
"Keuangan syariah bukan hanya tentang bagaimana kita melakukan transaksi, tapi keuangan syariah adalah tentang bagaimana kita membangun keadilan, kemitraan, kepercayaan, dan kemaslahatan," kata Dicky dalam pembukaan EKSiS 2026, Kamis (20/8).
OJK menilai EKSiS dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk bergerak dari sekadar pengetahuan menuju pemahaman, kemudian dari pemahaman menuju pilihan dan keyakinan terhadap produk keuangan syariah. Produk dan layanan keuangan syariah dinilai memiliki potensi memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan ekonomi riil, hingga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
Dengan basis nasabah yang terus bertumbuh, BSI berkomitmen memperkuat kolaborasi dan penetrasi layanan keuangan syariah. Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap produk perbankan syariah sekaligus mengejar ketertinggalan indeks literasi yang masih jauh dari target.