Strategi 6 Mesin Baru Capai Pertumbuhan Ekonomi 6% Pada 2027

Minggu, 23 Agustus 2026 | 17:23:01 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto [FOTO: NET].

JAKARTA — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pada semester I/2026, pertumbuhan ekonomi Tanah Air menyentuh angka 5,45%.

 Menurutnya, untuk menggenjot pertumbuhan dari 5,45% menuju 6%, diperlukan dorongan tambahan dari serangkaian sektor, serta laju investasi yang mesti tumbuh lebih cepat dibanding PDB dan dialokasikan pada proyek-proyek berdaya tambah tinggi melalui pemanfaatan rantai nilai di dalam negeri.

“Selain itu, peningkatan produktivitas sumber daya manusia serta penguatan ekspor bernilai tambah yang ditopang efisiensi logistik juga menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Minggu (23/8/2026).

Oleh sebab itu, ia menerangkan bahwa pemerintah terus mengakselerasi 6 mesin pertumbuhan baru, mencakup hilirisasi dan upstreaming yang telah membukukan 26 proyek groundbreaking; swasembada energi lewat penerapan B50 sejak 1 Juli 2026; pembentukan ekosistem bulion serta bank emas yang mengelola sekitar 179 ton emas senilai Rp360 triliun; penataan devisa hasil ekspor sumber daya alam melalui Danantara Sumberdaya Indonesia; penerapan digitalisasi, semikonduktor, dan artificial intelligence (AI); serta perluasan KEK dan kawasan industri sebagai poros pertumbuhan baru.

Dari ranah penguatan sumber daya manusia dan akses pembiayaan, ia menyebut bermacam program berkesinambungan terus digulirkan guna menggenjot produktivitas sekaligus memperlebar kesempatan masyarakat dalam mendapatkan pembiayaan.

Menurut Airlangga, jalur diplomasi ekonomi untuk memperluas ekspansi pasar turut diperkuat lewat 25 perjanjian dagang yang telah diratifikasi, sedangkan 13 perjanjian lainnya masih dalam tahap perundingan. Di samping itu, proses aksesi OECD terus bergulir, di mana Indonesia telah menyerahkan laporan untuk 20 dari 24 bab serta mencatatkan capaian sekitar 75%.

“Berbagai agenda tersebut membutuhkan kerja sama seluruh pemangku kepentingan dalam kerangka Indonesia Incorporated,” ujarnya.

Di sisi lain, ia tidak menampik bahwa tantangan masih membayang dalam bentuk dinamika geopolitik, pergeseran perang dagang, serta tekanan pada sektor energi dan logistik. Menurut Airlangga, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga seluruh pemangku kepentingan memegang peranan kian krusial demi menjaga ketahanan ekonomi nasional.

Selain mematok target pertumbuhan ekonomi sebesar 6%, pemerintah pada 2027 turut menargetkan tingkat inflasi 2,5%, imbal hasil suku bunga SBN 10 tahun 6,9%, serta nilai tukar sebesar Rp17.500 per dolar AS. Pendapatan negara diproyeksikan berada pada angka Rp3.426 triliun dan belanja negara senilai Rp4.097,2 triliun, dengan alokasi pembiayaan Rp671,2 triliun serta defisit sekitar 2,4% terhadap PDB. Indikator kesejahteraan masyarakat juga dipatok melalui tingkat pengangguran terbuka 4,30–4,87%, tingkat kemiskinan 6,0–6,5%, dan rasio gini pada kisaran 0,362–0,367.

Terkini