BI Catat DPK Perbankan Juli 2026 Tumbuh 7,7 Persen Simpanan Valas Melaju

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 18:31:01 WIB
Peningkatan dana pihak ketiga (DPK) perbankan mengalami pelambatan pada Juli 2026. (Foto: NET)

JAKARTA - Peningkatan dana pihak ketiga (DPK) perbankan mengalami pelambatan pada Juli 2026. Bank Indonesia melaporkan penghimpunan DPK pada Juli mencapai Rp 9.666,9 triliun, tumbuh 7,7% secara tahunan, lebih rendah apabila dibandingkan peningkatan pada Juni 2026 yang sebesar 8,1%. 

Perlambatan khususnya terjadi pada simpanan berjangka. Pertumbuhan simpanan berjangka merosot dari 6,2% secara tahunan pada Juni menjadi 4,8% secara tahunan pada Juli. Di sisi lain, pertumbuhan giro justru naik dari 10,2% menjadi 10,5%, sementara pertumbuhan tabungan tetap berada di level 8,2%.

Berdasarkan valuta, DPK dalam rupiah pada Juli tercatat mencapai Rp 8.084,1 triliun, turun dari Rp 8.110,6 triliun pada Juni 2026. Pertumbuhannya mencapai 5,9% secara tahunan, melambat dari 6,3% pada bulan sebelumnya. 

DPK rupiah tersebut terdiri atas giro sebesar Rp 2.229,3 triliun, tabungan Rp 2.919,9 triliun, serta simpanan berjangka senilai Rp 2.935 triliun. Peningkatan giro rupiah mencapai 12,5% secara tahunan, tabungan naik 6,7%, sedangkan simpanan berjangka hanya naik 0,7% secara tahunan.

Sementara itu, DPK dalam valuta asing (valas) pada Juli tercatat mencapai Rp 1.582,7 triliun, turun dari Rp 1.606,2 triliun pada Juni. Meskipun secara nominal turun, peningkatannya masih tinggi, mencapai 17,9% secara tahunan, meskipun melambat dari 18,5% pada Juni. 

DPK valas terdiri atas giro sebesar Rp 826,4 triliun, turun dari Rp 850,2 triliun di Juni. Lalu tabungan sebesar Rp 262,2 triliun, lebih tinggi dari Rp 261,7 triliun di Juni. Simpanan berjangka mencapai Rp 494,1 triliun, turun tipis dari Rp 494,3 triliun.

Apabila dicermati berdasarkan golongan nasabah, korporasi masih menjadi penopang utama DPK. Simpanan korporasi mencapai Rp 4.909,5 triliun pada Juli, tumbuh 12,5% secara tahunan, melambat tipis dari 12,7% pada Juni. 

DPK perorangan tercatat sebesar Rp 4.242 triliun atau tumbuh 2,8% secara tahunan, serupa dengan peningkatan pada Juni. Sementara itu, DPK dari sektor lainnya mencapai Rp 515,3 triliun, tumbuh 6,2% secara tahunan, melambat dari 12,2% pada bulan sebelumnya.

Jika dirinci berdasarkan jenis simpanan, giro korporasi mencapai Rp 2.687,3 triliun dan tumbuh 13,1% secara tahunan. Giro perorangan Rp105,1 triliun, tetapi masih mengalami kontraksi 8,3% secara tahunan. 

Pada tabungan, dana korporasi mencapai Rp 359,4 triliun dengan pertumbuhan 21,5% secara tahunan. Tabungan perorangan mencapai Rp 2.754 triliun atau tumbuh 6,5%. 

Adapun simpanan berjangka korporasi tercatat Rp1.862,8 triliun atau tumbuh 10,2%. Simpanan berjangka perorangan mencapai Rp1.383 triliun dan masih mengalami kontraksi 3,1% secara tahunan.

Secara keseluruhan, struktur DPK memperlihatkan pertumbuhan dana korporasi masih jauh lebih tinggi apabila dibandingkan dana perorangan. 

BI mencatat pelambatan DPK secara keseluruhan pada Juli khususnya dipengaruhi oleh melambatnya peningkatan DPK korporasi. Sebagai catatan, Bank Indonesia memberikan keterangan bahwa angka realisasi pada Juli 2026 masih merupakan angka sementara.

Terkini