Pemerintah Kerahkan 52 Pesawat Tangani Karhutla Kalimantan dan Sumatra

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:03:02 WIB
Pemerintah mengerahkan tambahan lima pesawat TNI Angkatan Udara (AU) guna memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan. (Foto: NET)

JAKARTA - Pemerintah mengerahkan tambahan lima pesawat TNI Angkatan Udara (AU) guna memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan. Kelima pesawat tersebut diterbangkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, pada Jumat (21/8/2026). 

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa kelima pesawat itu akan menuju Kalimantan Barat serta Kalimantan Timur guna memperkuat operasi udara yang telah berjalan di wilayah Kalimantan. Keputusan tersebut diambil seiring Kalimantan tetap menjadi salah satu daerah prioritas penanganan karhutla.\

“[Diberangkatkan] menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat 30 armada BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) yang telah beroperasi di tiga provinsi di Kalimantan,” ujar Teddy dikutip dari akun Instagram @sekretariat.kabinet, Jumat (21/8/2026)

Selain mengirimkan lima pesawat dari Malang, TNI AU menyiagakan sejumlah pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Armada itu disiapkan agar dapat digerakkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta perkembangan situasi di lapangan. 

Berkat tambahan tersebut, kabinet saat ini mengoperasikan 52 pesawat demi mendukung penanganan karhutla di enam provinsi yang mempunyai potensi kebakaran tinggi. Wilayah itu meliputi Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, serta Kalimantan Tengah.

“Dari jumlah tersebut, 30 pesawat beroperasi di wilayah Kalimantan dan 22 pesawat di wilayah Sumatra,” tulis Teddy.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, serta Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengutarakan bahwa penguatan armada udara dilakukan guna mempercepat penanganan karhutla sekaligus menopang operasi pemadaman yang berlangsung di darat.

"Selain penguatan satgas darat, BNPB juga melakukan penguatan penanganan karhutla melalui satgas udara di enam provinsi prioritas," tutur Berton melalui keterangan resminya, Jumat (21/8).

Menurut Berton, Kalimantan menjadi perhatian kabinet karena kembali timbul sejumlah titik kejadian karhutla, khususnya di Kalimantan Timur. Oleh sebab itu, operasi udara diperkuat demi mengimbangi penanganan yang dikerjakan oleh satuan tugas di darat. 

Penguatan armada udara itu menjadi bagian dari strategi kabinet guna menekan penyebaran karhutla serta dampaknya terhadap masyarakat, termasuk potensi kabut asap. Operasi pun diarahkan untuk meredam risiko kerusakan lingkungan akibat kebakaran.

BNPB meminta pemda meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla melalui penguatan pemantauan dan deteksi dini. 

Pemda juga diminta memastikan kesiapan sarana serta prasarana pemadaman. Masyarakat turut diminta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama kebakaran hutan dan lahan.

Terkini