Medco Energi Salurkan Logistik untuk Korban Gempa M7,7 di NTT

Jumat, 21 Agustus 2026 | 04:06:32 WIB
Medco Energi Menyalurkan Bantuan [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Medco Energi Internasional Tbk. (MedcoEnergi) mendistribusikan bantuan kemantuan berupa bahan logistik serta kebutuhan pokok untuk warga terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur, beberapa waktu lagi.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Komisaris Utama MedcoEnergi Yani Panigoro kepada Tenaga Ahli BNPB sekaligus Komandan Posko AJU-I Labuan Bajo, Mayjen TNI Luthfie Beta, yang disaksikan oleh Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis (20/8/2026).

Melalui pihak BNPB, logistik akan disalurkan mengacu kebutuhan di lapangan, termasuk menyasar kelompok rentan yang memerlukan perlakuan khusus dalam kondisi darurat.

“Atas nama keluarga besar MedcoEnergi, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga para korban dan seluruh masyarakat yang terdampak. 

Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyarakat serta mendukung upaya penanganan dampak bencana,” ujar Yani Panigoro dalam keterangan pers, dikutip Jumat (21/8/2026).

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma menyampaikan bahwasanya bantuan dari Medco tersebut dialokasikan secara tepat lewat Posko AJU BNPB, sehingga tercatat serta terdata untuk kemudian disalurkan ke wilayah-wilayah yang memang belum tersentuh.

“Kami sangat berterima kasih kepada MedcoEnergi yang sudah berkontribusi memberikan bantuan kepada korban gempa di Flores,” tuturnya.

Di sisi lain, Tenaga Ahli BNPB sekaligus Komandan Posko AJU-I Labuan Bajo, Mayjen TNI Luthfie Beta, turut mengapresiasi kepedulian MedcoEnergi dalam mendukung percepatan penanganan dampak bencana gempa di NTT.

“Kami berharap penyerahan bantuan agar memanfaatkan fasilitas yang telah disiapkan Pemerintah, sehingga penyaluran bantuan akan lebih maksimal,” ujarnya.

Sebagai informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi terdapat 4.258 kali gempa susulan pascabencana gempa utama M7,7 yang mengguncang kawasan Flores.

BMKG mencatat hingga Jumat (21/8/2026) pukul 05.00 WIB, dari rentetan gempa susulan tersebut sebanyak 118 guncangan dirasakan langsung oleh warga, sedangkan 31 gempa bergetar di atas M5,0.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyampaikan bahwa aktivitas gempa susulan diprediksi bertahan hingga 3–4 pekan mendatang.

Menurutnya, fase awal dari aktivitas gempa susulan masih memperlihatkan pola temporal yang rumit serta belum menunjukkan peluruhan secara signifikan.

“Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan,” kata Wijayanto di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Berdasarkan pemantauan BMKG, frekuensi gempa susulan berada di angka 704 kejadian dalam 24 jam pertama, lalu naik menjadi 746 kejadian pada hari kedua. Jumlahnya bergerak pada kisaran 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga sampai kelima, sebelum kembali meningkat menyentuh 802 kejadian di hari keenam.

Sebagian gempa susulan terpantau memicu guncangan kuat dengan intensitas IV–VI Modified Mercalli Intensity (MMI). Catatan BMKG menunjukkan gempa ber-magnitudo M5,6 terjadi pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB, lalu disusul gempa M5,8 pada 20 Agustus 2026 pukul 05.45 WIB. Berikutnya, getaran M5,8 kembali melanda pada 20 Agustus 2026 pukul 09.47 WIB.

Pihak BMKG menyebut guncangan-guncangan tersebut memicu kerusakan susulan pada struktur bangunan serta fasilitas jembatan yang sebelumnya sudah terdampak, sekaligus memicu titik-titik tanah longsor.

Terkini