Tangani Korban Patah Tulang Gempa NTT, Kemenkes Kirim Dokter Ortopedi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:45:01 WIB
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerjunkan sejumlah dokter spesialis ortopedi guna mengoptimalkan tindakan medis terhadap warga yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus di Tangerang, Kamis, mengungkapkan bahwa pengerahan dokter spesialis tersebut difokuskan pada penanganan korban luka-luka yang didominasi kasus patah tulang atau fraktur akibat tertimpa puing bangunan.

"Dokter ahli ortopedi dari Makassar dan Surabaya sudah datang. Jadi kemarin kami kirim ke delapan kabupaten, kami pencar dokter. Sekarang sudah melakukan penanganan, bahkan tindakan operasi sudah banyak sekali dilakukan," jelasnya.

Benjamin memaparkan, pada saat ini tim paramedis bersama jajaran dokter telah disiagakan untuk melangsungkan tindakan medis. Mayoritas korban menderita cedera lantaran tertimpa material fisik sewaktu guncangan gempa berlangsung.

"Ya karena fraktur, karena tertimpa reruntuhan bangunan, paling banyak karena itu," ucapnya.

Ia menjelaskan, demi mempercepat proses penanganan kesehatan, Kementerian Kesehatan mendatangkan dokter spesialis ortopedi dari Makassar, Sulawesi Selatan, serta Surabaya, Jawa Timur menuju deretan lokasi terdampak.

"Para dokter telah disebar ke delapan kabupaten untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban. Sejumlah tindakan operasi juga telah dilakukan," tuturnya.

Di samping memastikan ketercukupan tenaga medis, Kemenkes turut menjamin ketersediaan stok obat-obatan untuk masyarakat terdampak gempa berada dalam status aman.

Cadangan obat di area terdampak dipastikan masih mencukupi kebutuhan hingga lima hari mendatang. Apabila muncul kekurangan, pasokan tambahan dapat langsung didistribusikan dari beberapa daerah pendukung.

"Sehingga kalau ada kurang barang dari Halim Perdanakusuma langsung bisa terbang atau misalnya dari Makassar bisa bantu, dari Surabaya bisa bantu, termasuk tenaga medisnya. Jadi sekarang dalam keadaan terkendali," kata dia.

Sebelumnya, musibah bencana alam gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 meluluhlantakkan Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu 15 Agustus 2026.

Merujuk pada data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Rabu (19/8), tercatat 71 jiwa meninggal dunia imbas bencana tersebut. Sementara itu, akumulasi warga yang mengungsi di berbagai kawasan NTT menembus angka 59.647 jiwa, dengan konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Manggarai.

Terkini