Kemdiktisaintek Luncurkan Program Aksara Mahasiswa untuk Pemulihan NTT

Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:49:02 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyusun Program Mahasiswa Berdampak bernama Aksi Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (Aksara Mahasiswa) guna mendukung penanganan serta pemulihan area yang terkena dampak musibah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam pernyataan di Jakarta, Rabu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menghargai kepedulian serta gerak cepat para mahasiswa, BEM, dan seluruh sivitas akademika, khususnya dari Universitas Nusa Cendana (Undana) serta Universitas Mataram (Unram) yang terjun langsung ke lokasi terdampak untuk membantu warga.

Menurutnya, keterlibatan itu membuktikan bahwa mahasiswa tidak sekadar belajar di ruang kuliah, namun juga sanggup menghadirkan wawasan, solidaritas, serta jalan keluar saat masyarakat memerlukan. 

"Mahasiswa Undana dan Unram telah turun langsung membantu masyarakat di lokasi terdampak. Ini merupakan wujud nyata semangat gotong royong sekaligus pembelajaran yang sesungguhnya. Kampus harus hadir, bergerak, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," katanya.

Menteri Brian menerangkan pihaknya akan memperkuat dan mengoordinasikan keterlibatan kampus serta mahasiswa dalam penanganan hingga pemulihan pascabencana melalui program Aksara Mahasiswa.

Ia memaparkan seluruh universitas dan mahasiswa dapat mengambil bagian sesuai dengan keahlian, kapasitas, serta kebutuhan di lapangan.

Kontribusi tersebut antara lain mencakup pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, layanan kesehatan, dukungan psikososial dan pemulihan trauma, pendataan dampak bencana, edukasi kebencanaan, hingga pendampingan pemulihan sosial serta ekonomi masyarakat. 

"Setiap perguruan tinggi memiliki kepakaran dan sumber daya yang dapat digerakkan. Ada yang kuat dalam bidang kesehatan, psikologi, teknik, pendidikan, kebencanaan, maupun pemberdayaan masyarakat. Melalui Aksara Mahasiswa, seluruh kekuatan tersebut akan kami sinergikan, agar bantuan yang diberikan tepat sasaran, terkoordinasi, dan berkelanjutan," ujar Mendiktisaintek.

Brian menyatakan program ini pun sekaligus menjadi ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan dalam menjawab persoalan nyata.

Penerapannya bakal dikoordinasikan dengan perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait dengan tetap mengutamakan keselamatan relawan mahasiswa.

Secara terpisah, Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan darurat serta pemulihan pascagempa bumi M 7,7 yang mengguncang wilayah Flores.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyatakan bahwa kehadiran jajaran menteri dan pimpinan lembaga di NTT sejak hari pertama kejadian merupakan bentuk kepedulian serta komitmen pemerintah untuk mendampingi masyarakat terdampak. 

"Sejak hari pertama kejadian kita sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan," ucap Menko PMK.

Terkini