BPJS Ketenagakerjaan Berdayakan Ahli Waris Miliki Usaha Mandiri

Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:53:02 WIB
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat. (Foto: NET)

JAKARTA - BPJS Ketenagakerjaan membawa penerima manfaat serta ahli waris peserta tidak sekadar menerima santunan melainkan pula sanggup memanfaatkannya sebagai landasan membangun usaha beserta sumber pemasukan anyar yang mandiri.

"Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) yang diluncurkan secara serentak di seluruh Indonesia," kata Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat secara daring dalam kegiatan Kick Start Nasional Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) BPJS Ketenagakerjaan yang diikuti di Pontianak, Selasa (18/8/2026).

Ia menyampaikan program PEKA adalah bentuk transformasi perlindungan jaminan sosial supaya manfaat yang diperoleh sanggup berlanjut menjadi kemandirian ekonomi keluarga.

"Kami ingin membantu mereka punya bekal untuk bangkit dan kembali menatap masa depan dengan lebih optimistis," ujar dia.

Menurut dia, hilangnya tenaga kerja yang menjadi tumpuan keluarga sanggup mengubah keadaan ekonomi rumah tangga secara drastis. Oleh karena itu, proteksi tidak cukup berhenti saat santunan diserahkan.

Melalui PEKA, penerima manfaat memperoleh pemberdayaan sesuai kebutuhan serta potensi ekonomi wilayah, mulai dari peningkatan kompetensi, pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan dan usaha sampai pendampingan.

“Kami tidak ingin mereka sekadar selesai mengikuti pelatihan. Harapannya, keterampilan yang didapat benar-benar bisa menjadi jalan untuk memperoleh penghasilan dan membuat mereka semakin mandiri,” katanya.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pontianak Suhuri Ali menuturkan sebanyak 30 peserta dari Kalimantan Barat mengikuti program tersebut dengan pelatihan pembuatan dimsum sebagai salah satu keahlian yang diberikan.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menyambut baik program PEKA karena membuka kesempatan bagi penerima manfaat untuk mengelola santunan secara produktif serta merintis sumber pemasukan baru.

Ia memandang peluang usaha kuliner di Kalimantan Barat cukup terbuka, khususnya manakala pelaku usaha sanggup mendayagunakan media sosial sebagai alat pemasaran untuk memperluas jangkauan pembeli.

Krisantus pun mendorong kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan bersama pelaku UMKM serta instansi daerah guna memperkuat akses perizinan, permodalan, pemasaran, beserta pendampingan agar keahlian yang didapatkan peserta sanggup berkembang menjadi usaha nyata.

Terkini