PM Australia Anthony Albanese Ucapkan Duka Gempa NTT dan HUT RI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:28:02 WIB
PM Australia Anthony Albanese disambut Menteri Luar Negeri Sugiono di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma [FOTO: NET].

JAKARTA - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengutarakan simpati mendalam atas musibah gempa bumi yang menerpa kawasan Indonesia timur, tepatnya di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bersamaan dengan itu, ia turut menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Albanese menyatakan rakyat Australia merasakan duka cita atas bencana gempa bumi akhir pekan lalu yang menelan puluhan korban jiwa dan luka-luka.

“Atas nama Pemerintah dan rakyat Australia, saya menyampaikan simpati kepada semua pihak yang terdampak oleh peristiwa tragis ini,” tutur Albanese dalam keterangan resminya menyambut HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026).

Ia memastikan Australia siap berdiri mendampingi Indonesia melewati masa-masa sulit pascabencana. Di samping ucapan duka, Albanese memberikan ucapan selamat atas peringatan hari kemerdekaan Indonesia.

Menurut pandangannya, riwayat perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan tonggak bersejarah dalam peta dunia abad ke-20. Ia mengingatkan bahwa Australia menyimpan kedekatan sejarah lantaran menjadi salah satu negara terawal yang mengakui kedaulatan Indonesia.

Albanese menilai kemitraan kedua belah pihak bernilai sangat strategis bagi Australia maupun kawasan Indo-Pasifik. Stabilitas serta keamanan Australia tidak dapat dipisahkan dari kondisi Indonesia yang bersatu, stabil, dan berdaulat.

“Bagi kami, tidak ada hubungan yang lebih penting dari hubungan kita ini,” ungkapnya.

Ia menyinggung keputusannya menempatkan Indonesia sebagai destinasi kunjungan bilateral perdana usai memenangi pemilu 2022 dan kembali melawat pascapemilu 2025.

“Itulah sebabnya kunjungan bilateral pertama saya setelah terpilih pada tahun 2022 dan 2025 adalah ke negara tetangga besar kami di utara ini,” terangnya.

Albanese turut menggarisbawahi penguatan kerja sama melalui penandatanganan Traktat Keamanan Bersama (Traktat Jakarta) yang disepakati bersama Presiden Prabowo Subianto pada awal tahun ini. Kesepakatan tersebut menegaskan kolaborasi sebagai jalan terbaik dalam merawat perdamaian serta stabilitas regional. Traktat Jakarta juga memperkokoh Perjanjian Lombok 2006 yang mendasari penghormatan Australia pada integritas wilayah RI.

Sikap menghormati kedaulatan Indonesia tersebut merupakan pandangan bipartisan yang didukung penuh seluruh parlemen Australia. Ia menilai relasi kedua negara saat ini berada di level yang sangat kokoh sehingga memuluskan lahirnya berbagai kesepakatan strategis.

“Kesepakatan bersejarah ini dapat terwujud karena ikatan antara kedua negara kita kini lebih kuat dan lebih kokoh dari sebelumnya,” tegasnya.

Pada kesempatan terpisah, Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong turut menyampaikan duka cita atas gempa di NTT sekaligus memberikan ucapan selamat peringatan HUT ke-81 RI.

“Saya bersama dengan Perdana Menteri Australia turut menyampaikan rasa duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa, serta menyampaikan simpati kami kepada semua pihak yang terdampak oleh peristiwa tragis ini,” kata Wong.

Ia menegaskan Australia akan terus berdiri bersama Pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam menghadapi dampak bencana. Wong juga mengulas kembali rekam jejak dukungan historis negaranya terhadap kemerdekaan RI.

“Presiden Prabowo sering menyampaikan bahwa Australia merupakan salah satu pihak yang sejak awal mendukung dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” paparnya.

Wong mencatat Australia mengumumkan pengakuan de facto bagi Pemerintah Indonesia pada 9 Juli 1947. Ketika terjadi agresi militer Belanda, Australia membawa isu tersebut ke sidang Dewan Keamanan PBB. Langkah itu berlanjut pada pembentukan komite penyelesaian sengketa, di mana Indonesia secara khusus memilih Australia sebagai perwakilannya—sebuah kepercayaan yang dinilai Wong sangat bernilai.

Menlu Australia menegaskan kembali pentingnya hubungan bilateral kedua negara, seraya mengutip penegasan Anthony Albanese bahwa relasi dengan Indonesia teramat vital bagi Canberra. Ia juga menyebut Perjanjian Lombok dua dekade silam yang memperkuat ikatan saling menghormati integritas wilayah.

“Dua puluh tahun yang lalu, kedua negara kami menandatangani Perjanjian Lombok, yang mengukuhkan komitmen teguh untuk saling menghormati kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing,” ujarnya.

Wong optimistis hubungan Australia dan Indonesia kian erat sebagai tetangga dekat dan mitra strategis. Traktat Keamanan Bersama yang ditandatangani di Jakarta pada Februari lalu menjadi landasan kokoh bagi penguatan kemitraan ke depan.

“Pemerintah Perdana Menteri Albanese telah membawa hubungan kami dengan Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi, dan kami akan terus memperkuat hubungan penting ini di masa-masa mendatang,” tutup Wong.

Terkini