Aturan Pramugari Mengenai Penumpang yang Berhak Atur Tirai Jendela Kini

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:50:01 WIB
Ilustrasi - Pramugari. (Foto: NET)

JAKARTA - Gemar duduk dekat kaca sepanjang perjalanan udara berdurasi lama? Sejumlah kalangan menikmati posisi tersebut lantaran memiliki sandaran dan akses untuk melihat panorama luar pesawat. Awak kabin pun memberi imbauan terkait tata krama membuka tirai kaca pesawat demi menjaga kenyamanan selama perjalanan.

Seseorang membagikan kisah tidak menyenangkan saat berada di tempat duduk dekat kaca. Dirinya menjalani perjalanan panjang selama 11,5 jam dari Istanbul menuju Chicago. Duduk dekat kaca dinilai opsi ideal lantaran memungkinkan dirinya bisa beristirahat dengan nyaman.

Penutup jendela sengaja ditutup agar dapat tidur lebih pulas saat perjalanan udara. Namun, saat pesawat hendak mendarat, musafir di kursi tengah membuka jendela sehingga membuatnya tersentak oleh cahaya sinar matahari.

Musafir di kursi tengah membuka penutup tersebut untuk memotret panorama ikonik dari kota Chicago.

Peristiwa itu membuat musafir tersebut bertanya-tanya, siapa yang sesungguhnya berhak untuk mengatur penutup jendela?

Biasanya, keunggulan musafir yang duduk di kursi tengah adalah berhak memakai kedua sandaran lengan. Dengan logika serupa, semestinya musafir yang duduk di kursi dekat kaca berhak untuk mengatur penutup.

Menurut seorang pramugari American Airlines, musafir yang duduk di tengah jelas melakukan kesalahan apabila membuka penutup tanpa izin.

"Mereka seharusnya cukup bertanya apakah Anda bersedia membuka tirai jendela, meskipun itu berarti harus menepuk bahu untuk membangunkan Anda," jelas si pramugari seperti dilansir dari Travel and Leisure.

Awak kabin dari Alaska Airlines, United Airlines, dan Southwest Airlines juga menyampaikan pendapat yang serupa. Namun yang perlu jadi catatan, hal ini tidak berlaku pada jendela di deret pintu darurat.

"Jika Anda duduk di baris pintu darurat (exit row), kami meminta agar tirai jendela tetap terbuka selama pesawat lepas landas dan mendarat untuk berjaga-jaga jika terjadi keadaan darurat," kata seorang pramugari United Airlines.

Dia pun menyarankan untuk menutup penutup jendela saat menjalani perjalanan udara jauh agar musafir dapat beristirahat.

Hal tersebut pun menjadi alasan adanya lampu baca mandiri di atas kursi musafir yang bisa dipakai untuk membaca atau bekerja.

Jika awak kabin tidak memberikan instruksi khusus, maka opsi terbaik adalah mengamati suasana di dalam kabin serta menyesuaikan situasi sekitar.

"Jika kabin pesawat dalam kondisi gelap namun tirai jendela Anda terbuka, maka sebaiknya menunjukkan kesopanan pada sesama penumpang dengan menutup tirai," saran pramugari United Airlines itu.

Pramugari itu pun menambahkan, tidak masalah untuk bertanya dengan musafir yang duduk di kursi dekat kaca apakah bersedia untuk membuka atau menutup penutup.

Terkini