Pemerintah Bergerak Cepat Tangani Dampak Gempa M7,7 di NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:27:02 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pihak pemerintah langsung mengambil langkah gerak cepat tanggap darurat pascaterjadinya musibah bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari Sabtu.

Mensesneg memberikan respons atas pertanyaan awak media di area Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu, dengan mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima laporan serta pembaruan informasi terkini menyusul insiden gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Nagekeo, NTT, pada hari Sabtu sekitar pukul 04.58 waktu Indonesia bagian barat.

"Kami semua, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan seluruh jajaran terkait, termasuk TNI dan Polri, melakukan langkah-langkah mitigasi, melakukan langkah-langkah cepat, tanggap darurat cepat. Untuk terutama segera mengatasi keadaan di awal-awal kejadian," jelas Prasetyo.

Ia memaparkan bahwa komunikasi dan koordinasi intensif telah dijalin bersama Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, yang dijadwalkan langsung bertolak menuju kawasan terdampak pada hari ini, serta Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii.

Di samping itu, sinkronisasi langkah penanganan turut dilakukan bersama Gubernur NTT, Melki Laka Lena, guna menjamin proses evakuasi dan penanggulangan pascagempa dapat dieksekusi secara sigap dan akurat dalam merespons berbagai potensi risiko yang timbul.

Ia menyatakan bahwa jajaran pemerintah pusat senantiasa siaga mengerahkan dukungan logistik maupun personel tambahan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan bantuan penanganan khusus.

Saat ini, proses investigasi dan pemeriksaan tingkat kerusakan infrastruktur di lapangan sedang digenjot beriringan dengan upaya evakuasi serta perawatan bagi para korban luka-luka maupun evakuasi korban meninggal dunia yang tersebar di wilayah Kabupaten Nagekeo serta sejumlah kabupaten sekitar yang turut terdampak.

"Yang paling penting adalah segera mitigasi penyelamatan. Kalau ada korban segera tertangani dan langsung dipikirkan untuk penanganan-penanganan," tuturnya.

Sebelumnya, guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 sempat melanda kawasan Kabupaten Nagekeo pada Sabtu pagi.

Berdasarkan catatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peristiwa gempa tektonik tersebut bersumber dari kedalaman 15 kilometer di dasar laut dengan titik episenter terletak pada jarak 38 kilometer arah timur laut Mbay, Nagekeo, pada hari Sabtu pukul 04.58 WIB.

Getaran guncangan yang cukup kuat dirasakan selama kurang lebih satu menit penuh di kawasan Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat, hingga meluas menjangkau wilayah Bima (NTB) serta beberapa daerah di Provinsi Sulawesi Selatan seperti Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Maros.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa hingga Sabtu pagi, tercatat dua jiwa melayang akibat hantaman gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kedua korban jiwa tersebut dilaporkan ditemukan di sekitar kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka.

Terkini