Cek Fakta Klaim Presiden Prabowo Terkait Swasembada 8 Komoditas Pangan

Jumat, 14 Agustus 2026 | 04:07:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: NET)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto membeberkan dalam masa dua tahun pemerintahannya, Indonesia sudah sukses menjalankan kemandirian pangan untuk delapan komoditas. Apakah betul seperti itu? Sebagaimana dipahami, swasembada pangan menjadi salah satu agenda utama pada era kepemimpinan Prabowo.

“Kami telah swasembada beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit,” ujarnya dalam Sidang Tahunan MPR RI & Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).

Kendati begitu, Prabowo tidak membantah bahwa Indonesia masih berupaya untuk swasembada komoditas daging. Pasalnya saat ini, bahan pangan hewani tersebut masih memerlukan suplai dari luar negeri.

Prabowo berharap, Indonesia mampu swasembada daging sapi dalam rentang waktu lima sampai enam tahun mendatang. Apabila diamati secara umum, keperluan dalam negeri terhadap sejumlah komoditas memang terpantau tidak lagi mendatangkan barang dari luar.

Fakta Swasembada 8 Komoditas Pangan

Mengutip dari laporan Bisnis dan laman resmi Kementerian Pertanian (Kementan), Prabowo sebelumnya menyatakan Indonesia sudah meraih swasembada beras pada 2025. 

Hal tersebut dirinya sampaikan saat hadir dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Keberhasilan swasembada beras terlihat dari hilangnya aktivitas impor sepanjang 2025 karena hasil panen Januari—Desember tahun lalu menggapai 34,69 juta ton. 

Suplai beras telah mampu mencukupi keperluan konsumsi tahunan sebesar 31,16 juta ton. Di samping itu, total stok beras pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog tercatat sejumlah 3,24 juta ton hingga pengujung 2025, dan sempat mencapai angka 4 juta ton.

Sementara untuk daging ayam ras serta telur ayam ras juga swasembada. Sepanjang 2025 tidak ada pemasukan dari luar negeri sebab hasil dalam negeri masih melebihi keperluan konsumsi nasional.

Produksi daging ayam ras 4,29 juta ton dengan pemakaian setahun 4,12 juta ton. Untuk hasil telur ayam ras 6,54 juta ton dengan pemakaian setahun 6,47 juta ton. 

Serupa, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa sesudah tahun 2024 memang sempat ada impor jagung pakan, namun sepanjang 2025 dipastikan tidak ada lagi pemasukan barang tersebut. Hasil jagung pakan kadar air 14% sepanjang 2025 berada di 16,16 juta ton dengan keperluan konsumsi 15,23 juta ton.

Amran menjelaskan bahwa komoditas bawang merah, gula konsumsi, dan cabai, juga telah swasembada. Sejumlah bahan pokok bahkan menjadi sumber ekspor bagi keperluan pasar dunia.

Data BPS

Mengamati data Badan Pusat Statistik (BPS), terlihat gula yang masih didatangkan dari luar dengan jumlah serta nominal yang cukup besar adalah gula rafinasi (refined sugar) untuk keperluan pabrik.

Sementara gula kristal putih yang masuk dalam klasifikasi Cane or beet sugar and chemically pure sucrose, in solid form, other than raw sugar not containing added flavouring or colouring matter, other than refined sugar (HS 17019990), tercatat terdapat pemasukan senilai US$13.445,72.

Sementara untuk bawang merah, dengan klasifikasi shallots, bulbs for propagation, fresh or chilled (HS 07031021), terlihat ada impor senilai US$836.456,50 pada 2025. Namun, terlihat menurun pada 2026 (Januari—Juni) menjadi US$181.225.

Untuk cabai, dengan klasifikasi chillies (fruits of genus capsicum), fresh or chilled (HS 07096010), terlihat ada pemasukan senilai US$284.243,18 pada 2025. Sedangkan pada 2026, terlihat tidak ada pemasukan barang dari luar.

Terkini