Restrukturisasi BUMN Berhasil, Prabowo Ungkap Kinerja SMGR & GIAA

Jumat, 14 Agustus 2026 | 01:25:31 WIB
Karyawan SIG menyiapkan semen kantong yang siap kirim [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa agenda pemerintah dalam memulihkan dan memperbaiki kinerja korporasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara menyeluruh kini telah mulai menampakkan hasil yang nyata.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Prabowo saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026. Dalam kesempatan itu, Kepala Negara memaparkan sejumlah perusahaan pelat merah seperti PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. yang berhasil mencatatkan lonjakan perolehan keuntungan bersih hingga 408,9 persen, sementara tingkat keuntungan bersih PT Pupuk Indonesia turut terkerek naik sebesar 252,8 persen.

Tidak hanya itu, kenaikan laba juga dibukukan oleh PT Pertamina sebesar 86 persen, Pegadaian sebesar 84,4 persen, Pelindo sebesar 60,4 persen, serta PT Perkebunan Nusantara atau PTPN sebesar 54,4 persen.

Lebih lanjut, Prabowo memproyeksikan bahwa PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) akan segera menyusul jejak emiten BUMN lainnya dengan mulai meraup keuntungan bersih pada awal tahun 2027, menyusul serangkaian langkah pembenahan besar-besaran yang digencarkan oleh pemerintah terhadap maskapai penerbangan nasional tersebut.

Prabowo menjelaskan bahwa upaya pembenahan terhadap Garuda telah membuahkan hasil positif, salah satunya melalui reaktivasi armada pesawat yang sebelumnya sempat mengalami grounded atau tidak beroperasi. Tercatat hingga periode Juni 2026, sebanyak 20 unit pesawat berhasil diaktifkan kembali sehingga total armada yang siap melayani penerbangan kini mencapai 140 unit.

"Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung. Kalau kemarin tidak terjadi perang di Timur Tengah, sesungguhnya bulan Juli ini Indonesia sudah untung. Kami sekarang berharap di awal tahun 2027 mereka sudah mulai untung," kata Prabowo, Jumat (14/8/2026).

Prabowo menambahkan bahwa situasi keuangan Garuda pada masa lalu berada dalam tekanan yang begitu berat hingga menyebabkan sebagian besar armada pesawatnya harus dikandangkan dan tidak dapat beroperasi secara normal. Pemerintah lantas mengambil langkah intervensi dengan melakukan pembenahan total serta reaktivasi terhadap pesawat-pesawat yang sempat mengalami grounding tersebut.

Menurut pandangannya, restrukturisasi dan perbaikan tata kelola Garuda merupakan bagian integral dari agenda besar pemerintah untuk merombak serta meningkatkan performa seluruh korporasi BUMN. Di samping itu, sejumlah perusahaan pelat merah lainnya juga tercatat berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih yang signifikan sepanjang semester pertama tahun 2026.

Di dalam pidatonya, Prabowo turut menyoroti langkah tegas pemerintah dalam membenahi kualitas laporan keuangan di lingkungan BUMN. Kepala Negara menegaskan bahwa pihak pemerintah tidak akan memberikan ruang toleransi sedikit pun terhadap segala bentuk praktik manipulasi angka maupun penyusunan laporan fiktif.

"Kami telah mengoreksi laporan keuntungan dari banyak BUMN. Setelah kami koreksi, hasil BUMN tahun 2024 menjadi Rp186 triliun. Dividen BUMN di tahun 2024 adalah Rp85,5 triliun," ujarnya.

Seusai diterapkannya rangkaian pembenahan mendasar tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa total perolehan keuntungan bersih BUMN pada tahun 2025 berhasil melonjak hingga mencapai angka Rp326 triliun. Capaian fantastis ini mengalami eskalasi sebesar 75,3 persen apabila dikomparasikan dengan total laba BUMN pada periode tahun 2024.

"Angka Rp326 triliun ini adalah keuntungan tanpa permainan angka," tegasnya.

Terkini