Laba Ternormalisasi EXCL Melesat Dan Rugi Bersih Menyusut Semester I

Kamis, 13 Agustus 2026 | 04:23:02 WIB
PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (Foto: NET)

JAKARTA — PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) membukukan laba bersih ternormalisasi melonjak 4 kali lipat, sementara rugi bersih akibat beban integrasi pascamerger menyusut pada semester I/2026.

Berdasarkan laporan keuangan dan pelaksanaan earnings call perseroan pada Rabu (12/8/2026), EXCL masih membukukan rugi bersih konsolidasian sebesar Rp994 miliar pada semester I/2026. Capaian tersebut membaik dibandingkan dengan rugi bersih periode semester I/2025 yang mencapai Rp1,2 triliun.

Namun, jika mengecualikan dampak biaya integrasi, percepatan depresiasi pascamerger, serta penurunan nilai atau impairment aset, laba bersih ternormalisasi EXCL sepanjang paruh pertama tahun ini naik menjadi Rp2,7 triliun dari posisi periode sama tahun lalu sebesar Rp693 miliar.

Secara kuartalan, perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp277 miliar pada kuartal II/2026 atau membaik dari rugi bersih kuartal II/2025 yang mencapai Rp1,6 triliun dan rugi kuartal I/2026 senilai Rp717 miliar. Adapun laba bersih ternormalisasi mencapai Rp1,3 triliun pada kuartal kedua tahun ini.

Riset Stockbit Sekuritas menyebutkan perbaikan kinerja EXCL ditopang oleh pertumbuhan pendapatan, stabilnya rata-rata pendapatan per pengguna (average revenue per user/ARPU), serta basis pelanggan yang terkonsolidasi.

Pada saat yang sama, tekanan beban terkait dengan proses integrasi dan percepatan depresiasi aset juga dinilai sudah mulai mereda.

“Ke depan, stabilnya basis pelanggan dan tren kenaikan ARPU, ditambah berkurangnya beban integrasi dan percepatan depresiasi, akan menjadi pendorong utama peningkatan laba,” tulis Stockbit dikutip, Kamis (13/8/2026).

Dengan tren rugi bersih yang makin mengecil secara kuartalan, Stockbit menilai terdapat peluang besar bagi EXCL untuk membukukan total rugi bersih tahun 2026 yang lebih rendah dari proyeksi konsensus.

Secara operasional, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) EXCL pada kuartal II/2026 naik 24% year on year (YoY) menjadi sekitar Rp5,5 triliun. Kenaikan ini mengerek akumulasi EBITDA semester I/2026 naik 25% YoY menjadi Rp11 triliun, dengan margin EBITDA terjaga di level 45,7%.

Pertumbuhan operasional EXCL didorong peningkatan pendapatan pascamerger yang mencapai Rp12,2 triliun atau tumbuh 16% YoY. Secara akumulatif, total pendapatan EXCL sepanjang semester I/2026 menembus Rp24 triliun, naik 26% YoY dan memenuhi 52% dari estimasi konsensus 2026.

Stockbit juga mengemukakan bahwa manajemen EXCL memutuskan untuk merevisi naik panduan belanja modal alias capital expenditure (capex) tahun 2026 dari semula Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun.

Langkah itu diambil guna mengakomodasi akuisisi spektrum frekuensi terbaru serta mempercepat realisasi capex yang semula direncanakan untuk tahun mendatang.

Terkini