Capai 3,4 Juta Ton, Serapan Beras Perum Bulog Tembus 80 Persen

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:20:33 WIB
Seorang warga membawa beras bantuan pangan [FOTO: NET].

JAKARTA - Perum Bulog mencatatkan volume penyerapan komoditas beras dari masyarakat telah menyentuh angka sekitar 3,4 juta ton hingga periode Agustus 2026, yang merepresentasikan ketercapaian di kisaran 80 persen dari total target penyerapan sebanyak 4 juta ton yang dipatok sepanjang tahun berjalan.

Direktur Keuangan Perum Bulog, Hendra Susanto, saat berada di Cimahi, Jawa Barat, pada hari Kamis, menyampaikan bahwa pencapaian positif tersebut masih akan terus digenjot peningkatannya guna menuntaskan target penyerapan beras yang dicanangkan pemerintah pada tahun 2026.

"Stok beras kami seperti yang saya sampaikan tadi itu 5,4 juta ton. Kami target di tahun ini itu sekitar 4 juta ton kami serap dari masyarakat dan sudah tercapai sekitar 80 persen ini atau sekitar 3,4 juta ton. Tinggal sedikit lagi," kata Hendra.

Ia menjelaskan bahwa langkah penyerapan beras dari masyarakat ini dijalankan secara konsisten guna mengamankan ketersediaan cadangan beras pemerintah, sekaligus berfungsi untuk memastikan hasil panen para petani lokal dapat terserap secara optimal di pasaran.

Berbekal capaian angka penyerapan yang telah menyentuh 3,4 juta ton tersebut, pihak Perum Bulog saat ini masih menyisakan ruang untuk menyerap sisa sekitar 600 ribu ton beras lagi demi mewujudkan target keseluruhan sebanyak 4 juta ton pada tahun ini.

Hendra mengungkapkan bahwa posisi cadangan stok beras pemerintah pada saat ini telah mencapai kisaran 5,4 juta ton, yang dinilai berada dalam kondisi sangat memadai untuk mengamankan stabilitas pasokan pangan secara nasional, termasuk dalam menghadapi berbagai potensi kendala di musim kemarau.

"Ini enggak masalah. Aman, stok beras kami aman, banyak betul," ujarnya.

Menurut penjelasannya lebih lanjut, ketersediaan stok pangan yang berada dalam level aman tersebut turut memberikan keleluasaan bagi pemerintah untuk menyalurkan program bantuan pangan kepada masyarakat dalam skala volume yang besar.

Berdasarkan jadwal alokasi untuk periode bulan Juli, Agustus, dan September 2026, paket bantuan pangan disalurkan dengan besaran sebanyak 30 kilogram untuk setiap masing-masing keluarga penerima manfaat.

Distribusi bantuan tersebut diproyeksikan untuk menyasar sekitar 33,2 juta jiwa penerima manfaat di seluruh wilayah nasional, yang merujuk pada basis data Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan total akumulasi volume beras yang digelontorkan mencapai sekitar 1 juta ton.

Hendra menegaskan bahwa rangkaian aktivitas penyerapan beras beserta tata kelola cadangan pangan ini merupakan komponen esensial dari komitmen pemerintah dalam merawat pilar swasembada serta ketahanan pangan nasional agar dampak positifnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

"Makanya atas perintah Presiden dibagikan kepada masyarakat, supaya swasembada pangan dan ketahanan pangan itu benar-benar dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat," katanya.

Menutup keterangannya, Hendra kembali menegaskan bahwa Perum Bulog akan terus mengoptimalkan kinerja penyerapan beras dari masyarakat guna memastikan ketahanan ketersediaan pangan di tingkat nasional senantiasa terjaga dengan baik, di samping terus memberikan dukungan penuh terhadap tercapainya cita-cita swasembada pangan negeri.

Terkini