PLN Targetkan Kapasitas Pengolahan Sampah Plastik di Makassar Naik Dua Kali Lipat

Selasa, 11 Agustus 2026 | 03:04:31 WIB
PT PLN (Persero). (Foto: NET)

JAKARTA - PT PLN (Persero) menargetkan kenaikan kapasitas pengolahan limbah plastik pada program ekonomi sirkular di Makassar, Sulawesi Selatan, sampai dua kali lipat menjadi 20 ton demi memperluas jangkauan pasar barang daur ulang nasional.

Upaya tersebut dijalankan lewat pembinaan PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) bersama rekanan binaan perusahaan, yakni Rappo Indonesia.

Semenjak kerja sama dimulai pada pengujung 2024, program itu sudah mengolah sekitar 10,5 ton limbah keras menjadi barang perabot, plakat, serta aksesori.

Officer TJSL PLN UID Sulselrabar Khairunnisa menyatakan peningkatan target kapasitas ini dirancang untuk menjawab perkembangan kegiatan ekonomi kota serta besarnya potensi limbah plastik dari kafe sampai perkantoran di Makassar. 

"Ke depan kami menargetkan penyerapan sampah naik dari 10,5 ton menjadi 20 ton. Kami juga terdorong memperluas kolaborasi dengan instansi perkantoran dan korporasi agar volume sampah yang dikelola meningkat sekaligus menyerap lebih banyak tenaga kerja," ujar Khairunnisa di Makassar, Minggu (9/8/2026).

Demi menunjang kenaikan kapasitas pembuatan tersebut, PLN memberikan bantuan sarana berupa alat pencacah, mesin oven, mesin injeksi, hingga perkakas profil kayu. Ke depan, korporasi pun menyiapkan penambahan mesin press serta program sertifikasi keahlian bagi para buruh.

General Affairs Rappo Indonesia Riswanda Fatriansyah mengutarakan bahwa sampah plastik yang diproses didominasi jenis polyethylene terephthalate (PET) serta high density polyethylene (HDPE) seperti botol minuman dan botol oli, dengan besar pengolahan berkala 50 kg sampai 100 kg per bulan.

Hasil olahan limbah plastik tersebut dibuat menjadi meja, kursi, plakat, nampan, hingga aksesori yang dijual dengan kisaran harga Rp75.000 sampai dengan lebih dari Rp3 juta per unit. 

"Produk hasil daur ulang ini tidak hanya dipasarkan di Makassar, tetapi juga telah menjangkau kota-kota besar di Pulau Jawa. Khusus produk plakat, pemasarannya bahkan sudah menembus pasar Jakarta," jelas Riswanda.

Di samping dari aspek komersial, perluasan kapasitas pengolahan limbah ini turut menggerakkan perekonomian warga pesisir di daerah Untia, Makassar.

Aktivitas tersebut pun sanggup menyerap 20 hingga 25 tenaga kerja setempat yang meliputi nelayan dan golongan berpenghasilan rendah.

Adapun penghasilan rata-rata bagi tenaga kerja mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan.

Ke depan, Rappo Indonesia bersama PLN berkeinginan memperluas jangkauan bisnis sirkular dengan memproses ragam limbah lain seperti sampah organik dan kertas guna menahan laju pembuangan sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Terkini