Pendapatan Widodo Makmur Naik 41,2 Persen di Semester I/2026

Selasa, 11 Agustus 2026 | 03:00:01 WIB
Direksi PT Widodo Makmur Unggas Tbk. (WMUU) [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Widodo Makmur Perkasa Tbk. (WMPP) membukukan perolehan pendapatan konsolidasi sebesar Rp562,7 miliar sepanjang semester I/2026, yang mengalami lonjakan secara tahunan sebesar 41,2% jika dikomparasikan dengan kurun waktu serupa tahun sebelumnya.

Perusahaan yang bergerak di sektor barang konsumsi dan agribisnis tersebut sukses menorehkan pemulihan signifikan pada pos laba bersih senilai Rp123,5 miliar dalam kurun enam bulan pertama 2026, sekaligus berbalik arah secara drastis dari posisi rugi bersih pada periode terdahulu yang mencapai Rp131,51 miliar.

CEO WMPP Tumiyono mengutarakan bahwa akselerasi kinerja finansial tersebut mencerminkan tingkat efisiensi operasional perseroan yang kian optimal.

“Perbaikan kinerja perseroan sepanjang semester I/2026 menunjukkan perseroan sudah lebih efisien dalam menjalankan usahanya, seiring dengan perbaikan kinerja yang ditopang oleh berbagai katalis positif dari industri pangan global dan dalam negeri,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).

Meninjau dari komposisi kontribusi lini bisnis, sektor peternakan unggas atau poultry tetap mendominasi sebagai motor utama pemasukan WMPP dengan porsi menyumbang sekitar 87,26% terhadap total pendapatan konsolidasi perseroan.

Berikutnya, lini bisnis pengolahan daging memberikan andil pemasokan sebesar 10,99%, sementara sektor peternakan sapi menyumbang proporsi sebesar 1,75%.

Dominasi sektor peternakan unggas tersebut selaras dengan proyeksi tingginya permintaan protein hewani yang dipandang masih menyisakan ruang ekspansi yang luas.

Manajemen memandang bahwa kebutuhan publik terhadap komoditas daging ayam, telur ayam, hingga daging sapi berpotensi menanjak secara konsisten, terlebih mengingat sektor pangan kini mendominasi fokus perhatian pemerintah.

Merujuk pada basis data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah oleh tim riset internal WMPP, tingkat konsumsi daging sapi dan kerbau pada sepanjang tahun 2026 diestimasikan mampu menyentuh angka 986.170 ton, atau mengalami eskalasi sekitar 14% dibandingkan tahun 2025.

Sementara itu, volume konsumsi daging ayam diprediksi melesat hingga kisaran 4,99 juta ton pada 2026, yang mencatatkan pertumbuhan mendekati angka 5% dari capaian tahun sebelumnya.

Prospek kenaikan angka konsumsi tersebut membuka peluang emas bagi WMPP untuk terus mendongkrak angka penjualan lewat optimalisasi lini usaha yang telah beroperasi.

Likuiditas Mulai Membaik

Di samping keberhasilan mengerek naik pendapatan serta perolehan laba, WMPP turut memperlihatkan sinyal pemulihan pada aspek kapasitas pelunasan liabilitas jangka pendek.

Tumiyono menerangkan bahwa tren positif tersebut terindikasi dari lonjakan rasio lancar (current ratio) perseroan yang meroket ke level 1,5 kali pada kuartal I/2026, dari posisi sebelumnya yang hanya berada di angka 0,7 kali pada penutupan tahun 2025.

Penguatan likuiditas itu tidak terlepas dari keberhasilan implementasi proses restrukturisasi kewajiban keuangan yang telah disepakati secara mufakat bersama seluruh kreditur.

Berbekal skema restrukturisasi tersebut, perseroan kini memiliki keleluasaan finansial yang lebih lapang untuk menata ulang struktur permodalan sekaligus melanjutkan roda aktivitas operasional secara berkesinambungan.

Menyongsong periode berikutnya, WMPP berketetapan untuk meneruskan strategi efisiensi internal dibarengi upaya peningkatan produktivitas operasional serta optimalisasi utilisasi aset fasilitas yang ada.

Di samping itu, perseroan turut mengagendakan penguatan modal kerja melalui langkah divestasi sejumlah portofolio aset yang sudah tidak menghasilkan kontribusi produktif.

Langkah strategis tersebut diharapkan mampu mendatangkan tambahan likuiditas segar, sehingga alokasi dana yang terkumpul dapat difokuskan untuk mendukung lini bisnis yang memberikan daya ungkit terbesar bagi kinerja korporasi.

Melengkapi rangkaian strategi tersebut, WMPP juga membuka lebar peluang sinergi serta kerja sama dengan berbagai mitra strategis maupun investor guna memperkokoh fondasi permodalan dan memuluskan agenda ekspansi bisnis ke depan.

Terkini