Laporan kinerja semester pertama tahun ini menunjukkan tren penguatan operasional di berbagai cabang pelabuhan yang dikelola perseroan. SVP Sekretariat Perusahaan Pelindo Multi Terminal, Finan Syaifullah, mengonfirmasi bahwa realisasi volume hingga akhir Juni 2026 melampaui target internal yang ditetapkan manajemen pada awal tahun.
Volume Peti Kemas dan Curah Jadi Mesin Pertumbuhan
Kenaikan tercatat pada lini layanan peti kemas domestik dan internasional. Pada periode yang sama tahun lalu, pertumbuhan volume masih berada di kisaran satu digit, namun kali ini berhasil menembus dua digit. Capaian ini didorong oleh peningkatan aktivitas bongkar muat di terminal utama seperti Belawan, Palembang, dan Banjarmasin.
Segmen kargo curah juga mencatatkan performa serupa. Komoditas seperti kelapa sawit, bauksit, dan material konstruksi mengalami peningkatan pengiriman yang signifikan. Permintaan dari sektor industri hilir dalam negeri menjadi pendorong utama, seiring dengan mulai pulihnya daya beli dan aktivitas manufaktur di beberapa kawasan.
“Kami fokus pada optimalisasi waktu sandar kapal dan produktivitas alat bongkar muat. Efisiensi ini yang membuat realisasi volume bisa tumbuh di atas ekspektasi pasar,” ujar Finan dalam keterangan resminya, Selasa (15/7).
Efisiensi Biaya dan Transformasi Digital
Di luar volume, perseroan juga menekankan perbaikan struktur biaya. Penggunaan sistem digital untuk perencanaan dermaga dan integrasi data dengan pelayaran berhasil menekan waktu tunggu kapal. Hal ini berdampak langsung pada penurunan biaya operasional di beberapa cabang.
Manajemen menilai langkah ini penting untuk menjaga daya saing tarif di tengah persaingan antarpelabuhan di kawasan Asia Tenggara. Perbaikan proses internal yang berkelanjutan menjadi prioritas agar pertumbuhan volume tidak diikuti oleh pembengkakan beban usaha.
Hasilnya, margin keuntungan operasional pada semester I 2026 tercatat lebih sehat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski begitu, perseroan belum merilis angka laba bersih secara resmi dan akan mengumumkannya bersamaan dengan laporan keuangan konsolidasi holding.
Proyeksi hingga Akhir Tahun dan Sinyal Perdagangan Global
Memasuki paruh kedua tahun ini, Pelindo Multi Terminal mewaspadai potensi perlambatan ekonomi global yang bisa menahan laju pertumbuhan. Namun, arus logistik domestik jelang periode akhir tahun biasanya meningkat seiring dengan puncak distribusi barang konsumsi.
Perseroan menyiapkan skenario antisipasi jika terjadi penurunan volume dari rute internasional. Salah satunya dengan memperkuat layanan pelayaran antar pulau yang permintaannya dinilai lebih stabil.
Dengan tren positif di enam bulan pertama, perusahaan optimistis dapat mempertahankan momentum hingga Desember 2026. Target pertumbuhan volume yang telah di