JAKARTA - Penyeberangan lintas Jawa-Bali melalui Selat Bali sempat terhenti sementara pada Kamis pagi akibat cuaca buruk yang meliputi hujan deras, angin kencang, dan kabut tebal. Penutupan ini berlangsung selama 45 menit, mulai pukul 10.55 WIB hingga 11.40 WIB, demi memastikan keselamatan pelayaran dan penumpang.
Kondisi Cuaca yang Mengganggu Pelayaran
Menurut Bayu Kusumo Nugroho, Koordinator Satuan Pelaksana (Korsatpel) Pelabuhan Penyeberangan Ketapang Banyuwangi dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur, penutupan sementara dilakukan karena kecepatan angin mencapai 21–25 knot dan jarak pandang di Selat Bali kurang dari satu kilometer akibat kabut tebal. “Penutupan ini dilakukan demi keselamatan bersama dan dibuka setelah kondisi cuaca membaik dan dinyatakan aman untuk pelayaran,” ujar Bayu.
Dampak Penutupan terhadap Aktivitas Pelabuhan
Selama penutupan, aktivitas di Pelabuhan Ketapang relatif lengang. Tidak terlihat antrean panjang kendaraan atau penumpang yang menyebabkan penumpukan. Kapal-kapal yang biasanya beroperasi di jalur penyebrangan harus bersandar di dermaga dan menunggu hingga penutupan dicabut.
Prosedur Keamanan dan Pembukaan Kembali Penyeberangan
Setelah kondisi cuaca membaik dan dinyatakan aman, penyeberangan kembali dibuka pada pukul 11.40 WIB. Petugas pelabuhan memastikan bahwa kapal-kapal yang akan berlayar dalam kondisi siap dan aman sebelum melanjutkan operasional.
Imbauan kepada Pengguna Jasa
Bayu Kusumo Nugroho mengimbau kepada pengguna jasa penyeberangan untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dan mengikuti petunjuk dari petugas pelabuhan demi keselamatan bersama. “Kami mohon pengertian dan kerjasama dari seluruh pengguna jasa untuk selalu mematuhi peraturan yang berlaku di pelabuhan,” tambahnya.